<

KPPI Batam Gelar Talk Show Seputar Politik Perempuan Menuju Pemilu Serentak di Hari Ibu 2022

Batam (Nagoyapos.com) Hari ini, 22 Desember 2022, Indonesia memperingati Hari Ibu. Sejarah mencatat dicetuskannya Hari Ibu di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan untuk terlibat dalam upaya merebut kemerdekaan dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa sebagai sumber daya potensial dalam pembangunan dan berbagai lini kehidupan lainnya.

Peringatan Hari Ibu (PHI) juga menjadi momentum untuk terus mengingatkan seluruh bangsa Indonesia, bahwa perempuan yang jumlahnya mengisi hampir setengah dari populasi masyarakat Indonesia, adalah motor penggerak keberhasilan pembangunan saat ini dan mendatang.

Melihat hal itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kaukus Perempuan Poliitik Indonesia (KPPI) Kota Batam bekerjasama dengan Persatuan Majelis Ta’lim (PERMATA) Kelurahan Batu Besar, dalam rangka memperingati Hari Ibu melaksanakan kegiatan pendidikan politik untuk kaum perempuan yang ada di wilayah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, kota Batam.

Ketua DPC KPPI Kota Batam, Ernawati mengatakan, peringatan Hari Ibu bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi perempuan Indonesia, selalu menjadi momen khusus. Hari Ibu bukan saja peringatan untuk mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang begitu istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, tetapi lebih dari itu,

“Peringatan Hari Ibu bertujuan mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai bidang pembangunan,” ujar Erna disela-sela kegiatan, Kamis (22/12/2022).

Lebih jauh Erna mengatakan, dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum serentak yang akan dilaksanakan pada 2024 mendatang, pihaknya mengajak kepada seluruh perempuan Indonesia untuk bangkit dan bersama-sama memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak dari perempuan itu sendiri.

“Kalau bukan kita yang memperjuangkan hak-hak perempuan siapa lagi,” ucap Erna yang juga merupakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Batam.

Oleh karenanya, KPPI yang anggotannya merupakan perwakilan-perwakilan perempuan dari lintas partai tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran serta dari seluruh elemem masyarakat yang ada di kota Batam untuk bersama-sama memberikan edukasi yang baik tentang politik khususnya kepada kaum perempuan.

Dikatakannya, kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam berpolitik yang disiapkan itu bukan hanya sekedar untuk memenuhi peraturan perundang-undangan saja, namun harus direalisasikan.

Lanjutnya, KPPI Batam hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan dan penyadaran terhadap kaum perempuan, minimal tidak golput pada saat pelaksanaan Pemilu di 2024 mendatang.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya KPPI Batam ini bisa menjadi wadah bagi perempuan itu sendiri, untuk memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan kaum perempuan itu sendiri,” imbuhnya.

Kemudian, pihaknya menargetkan pada Pemilu 2024 mendatang keterwakilan perempuan di legislatif bisa bertambah jumlahnya dari yang ada saat ini. Hal itu dikarenakan, pada saat pencalegan dan verifikasi parpol di KPU nanti harus mencapai kuota 30 persen keterwakilan perempuan.

“Untuk mencapai pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, kami akan tetap optimis, dengan hadirnya KPPI Batam ini keterwakilan perempuan di parlemen nanti minimal mencapai sembilan irang sampai dengan lima belas orang anggota legislatif dari kaum perempuan,” ucap Erna optimis.

Senada, Ketua DPD KPPI Provinsi Kepulauan Riau, Suryani memberikan apresiasi kepada KPPI kota Batam yang telah menginisiasi kegiatan ini. Dia mengatakan, apa yang dilakukan oleh KPPI Batam harus bisa ditiru oleh KPPI lainnya.

Dia mengatakan, sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni Perempuan cerdas menuju Pemilu serentak tahun 2024, artinya perempuan masa kini harus cerdas dan jangan lagi mau dipolitisasi.

“Untuk di Batam sendiri, jumlah perempuannya mencapai setengah dari total jumlah penduduk. Artinya, kalau berdaya perempuan itu akan bisa menentukan. Realitanya, kebanyakan perempuan itu sekarang hanya menjadi objek,” ujar perempuan berkerudung ini.

Pihaknya berharap, KPPI Batam sebagai bagian dari lembaga politik bisa memberikan edukasi politik yang baik kepada kaum perempuan. Dan, perempuan juga jangan alergi untuk masuk kedalam dunia politik.

“Jangan melihat politik itu kotor. Politik itu tergantung dari siapa yang memainkannya. Jika kita memainkannya untuk kepentingan orang banyak, Insya Allah politik itu akan menjadi bersih,” harapnya.

Sementara, yang menjadi Narasumber dalam kegiatan itu yakni Perwakilan Bawaslu Kepulauan Riau, Rosnawati. Dia mengatakan, yang dimaksud dengan pelanggaran dalam Pemilu bisa dibagi dalam beberapa kategori yakni, Pelanggatan Administrasi, Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu dan Pelanggaran Diluar Perundang-undangan lainnya.

Kemudian, yang dimaksud dengan Pelanggaran Administrasi itu adalah pelanggaran terkait mekanisme, tata cara dan prosedur.

“Biasanya di pelanggaran ini yang menjadi suspectnya adalah KPU,” ungkapnya.

Selanjutnya, yang dimaksud dengan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu yakni, bakal calon melakukan kampanye diluar waktu yang telah ditetapkan oleh KPU. Jika dilakukan, pelanggaran ini akan berujung di pidana.

“Musalnya KPU telah menetapkan jadwal kampanye. Lalu tiba-tiba, ada peserta Pemilu yang melakukan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan. Dan, itu bisa menjadi pidana,” tegasnya.

Kemudian, pelanggaran pidana lainnya yakni money politik. Jika peserta Pemilu memberikan uang kepada masyarakat sabagai imbalan untuk memilihnya, maka keduanya akan dikenakan pidana.

“Yang memberi uang dan yang menerimanya dalam masa Pemilu, sama-sama akan dipidana,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Ketua PERMATA Kelurahan Batu Besar, Umi Maisaroh menyambut baik dilaksanakannya kegiatan pendidikan politik untuk kaum perempuan di wilayahnya, yang dilaksanakan oleh KPPI kota Batam.

“Alhamdulillah, kami sangat bergembira dan senang hati mengikuti rangkaian demi rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh KPPI Batam,” ungkapnya usai kegiatan.

Dikatakannya, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat Batu Besar khususnya kaum perempuan akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan pengetahuan seputar politik perempuan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, perempuan-perempuan akan melek berpolitik, dan tidak lagi menjadi objek pelengkap penderita,” pingkasnya.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu, Ketua DPD KPPI Provinsi Kepulauan Riau, Suryani, Perwakilan Bawaslu Kepri, Rosnawati, Perwakilan KPU Batam, Jernih Milyati Siregar, Istri Camat Nongsa dan ibu-ibu dari Persatuan Majelis Ta”lim Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, kota Batam.

Selain itu, hadir juga Ketua DPC KPPI Kota Batam, Ernawati didampingi Sekretaris, Herlina dan Bendahara, Ade Sulistyani Ruslan serta seluruh pengurus KPPI kota Batam lainnya.

Acara itu semakin menarik dengan dilaksanakannya berbagai rangkaian acara, diantaranya, Talk Show, Pembacaan Puisi hingga Membasuh Kedua Telapak Kaki Ibu bagi jamaah yang hadir bersama ibunya.

Penulis : Fjr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *