Batam-(NagoyaPos.Com)Kegiatan cut and fill dan penimbunan mangrove di Bukit Lawang, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Barelang Kota Batam, bukan merupakan ancaman serius terhadap lingkungan hidup disekitar lokasi, dikatakan Yusril Koto Ketua Divisi Investigasi DPP Wahana Lingkungan Alam Nusantara (WALANTARA), di Batam Center, Minggu (16/04/2023)
“Perlu dilakukan uji ilmiah untuk mengukur kualitas air laut, dan diyakini kegiatan cut and fiil itu tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kreteria baku kerusakan lingkungan hidup”, ujar Yusril
Sebagai Pendamping pelaku usaha tambak udang di Galang Baru, Yusril mengingatkan, hendaknya organisasi lingkungan berperan untuk meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bukan mencari-cari kesalahan dalam mendapatkan imbalan dari pelaku usaha
Ditanyakan terkait sebanyak 6 unit kelong yang disebut terdampak pada hasil tangkapan, Yusril menyatakan, bahwa hal itu harus dibuktikan, karena banyak faktor dan patut dipertanyakan legalitas kelong tersebut
Panglima Besar Gagak Hitam, Arba Udin atau yang akrab disapa Udin Pelor, saat mendampingi Yusril Koto Ketua Divisi Investigasi DPP WALANTARA, dilokasi kegiatan cut and fill yang akan dijadikan usaha tambak udang, di Galang Baru, Barelang Kota Batam, Minggu (16/04/2023 mengatakan, “kita dukung investor yang ingin memajukan ekonomi Kota Batam tentu dengan memperhatikan kearifan lokal”
“Janganlah pengusaha takut berinvestasi karena kita tak elok menyambung, komunikasi, ujar Udin Pelor
Red














