Batam, Nagoyapos.com – Dua pasar rakyat yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah di Kota Batam, yakni Pasar Rakyat Batuaji di Tanjunguncang dan Pasar Wan Sri Beni di Marina Sekupang, hingga Juli 2025 ini belum juga beroperasi. Padahal, pembangunan pasar-pasar ini telah selesai sejak tahun 2019 dan seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga sekitar.
Kondisi terakhir, Rabu (23/7/2025) memperlihatkan kondisi memprihatinkan di Pasar Batuaji: atap bocor, kaca pecah, dinding penuh coretan, serta area yang dipenuhi semak belukar dan terkunci rapat tanpa ada aktivitas.
Warga setempat kecewa karena pasar berada dekat Rusunawa Pemko Batam dan pemukiman padat yang seharusnya mendukung keberadaan pasar ini.
Arman, salah satu warga, mengungkapkan bahwa beberapa pedagang sempat mencoba berjualan di luar pasar, tetapi sepi pengunjung dan tanpa pengelolaan, akhirnya mereka mundur satu per satu.
Sementara itu, Pasar Wan Sri Beni yang dibangun di Marina juga belum pernah difungsikan. Enam tahun berlalu, pasar ini dikelilingi semak, akses jalan belum tersedia, bahkan terdapat tumpukan sampah di pintu masuk.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga setempat yang menilai Pemko Batam kurang serius memanfaatkan fasilitas yang ada.
Suradi, warga Marina, mendesak agar akses jalan dibangun dan fasilitas pendukung seperti air, listrik, dan ATM segera disediakan. “Kalau tidak ada perbaikan, pasar ini hanya akan jadi monumen kosong,” ujarnya seperti dikutip batampos, Kamis (24/7/2025).
Sofia, warga Devin Premier, menambahkan bahwa lokasi pasar sangat strategis dan jauh dari pasar besar lain, tetapi kenyamanan dan keamanan lingkungan juga harus diperhatikan agar pembeli dan pedagang merasa betah.
Tanggapan Pemko Batam
Menanggapi hal ini, Kepala Disperindag Batam Gustian Riau mengatakan pihaknya kini berupaya menggandeng swasta untuk mengelola Pasar Wan Sri Beni dan mendorong pedagang liar di Marina untuk pindah ke pasar resmi tersebut.
Disperindag juga belajar dari kegagalan pasar sebelumnya, seperti Pasar TPID II Dreamland yang tutup karena minim pengunjung. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan warga diharapkan mampu menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini mangkrak.
Jika dikelola serius, kedua pasar ini berpotensi menjadi pusat ekonomi baru yang sangat dinantikan warga Batam. (cr)














