Batam, Nagoyapos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam selama dua hari berturut-turut membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Sejumlah titik di Batam dilanda banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung yang merusak permukiman warga pesisir.
Cuaca ekstrem ini juga berdampak serius pada aktivitas pelayaran di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono Subiakto, mengeluarkan peringatan tegas kepada nelayan, penumpang, dan operator angkutan laut.
“Kepada masyarakat Kepri, penumpang angkutan laut, nelayan, dan operator agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Selalu pantau informasi BMKG demi keselamatan berlayar dan siapkan alat keselamatan,” ujar Handono, Selasa (2/9/2025).
Ia menegaskan agar masyarakat mengurangi aktivitas di laut saat terjadi angin kencang, petir, dan hujan deras. Selain itu, seluruh aktivitas di perairan wajib dilengkapi sarana keselamatan seperti life jacket.
Handono juga mengingatkan para pengusaha armada laut untuk selalu berkoordinasi dengan syahbandar, KPLP, dan BMKG sebelum berlayar, serta mematuhi seluruh aturan dan SOP pelayaran.
“Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan laut yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Ditpolairud Polda Kepri membuka layanan darurat. Masyarakat dapat segera menghubungi 0811-7752-024 atau petugas terdekat apabila mengetahui adanya kejadian di laut maupun perairan sekitar. (cr)



















