Batam, Nagoyapos – Sejumlah persoalan krusial kembali menjadi sorotan publik. Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, menerima audiensi delapan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Batam di Ruang Rapat Komisi III DPRD Batam, Kamis (11/9/2025).
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menumpahkan keresahan mereka terhadap tiga masalah utama di Batam, yakni banjir yang tak kunjung teratasi, penanganan sampah yang belum maksimal, serta meningkatnya angka pengangguran.
Ketua HMI Batam, Bachtiar, menegaskan banjir di Batam sudah menjadi masalah lama. Bahkan, setiap hujan deras turun, sejumlah wilayah langsung terendam.
“Banjir ini sudah lama jadi masalah. Hujan sebentar saja, beberapa daerah langsung tergenang,” ujar Bachtiar.
Selain banjir, mahasiswa juga menyoroti tumpukan sampah yang masih sering terlihat di berbagai sudut kota, sehingga mencoreng citra Batam sebagai kota investasi.
Tak kalah penting, HMI menyoroti tingginya angka pengangguran di Batam, meski investasi besar terus mengalir ke daerah tersebut.
Respons DPRD Batam
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin menegaskan persoalan banjir dan sampah sudah menjadi prioritas Pemko Batam dan BP Batam.
Menurutnya, banjir di Batam terjadi karena faktor alam dan saluran drainase yang belum memadai.
“Contohnya di Bengkong, wilayah itu lebih rendah dari laut, sehingga hujan deras langsung membuat banjir. Di lokasi lain, drainase memang belum memadai. Jadi ini butuh penanganan bertahap dan anggaran besar,” jelas politisi NasDem itu.
Untuk persoalan sampah, Kamaluddin menyebut Pemko Batam telah menyiapkan anggaran 2026 untuk menambah armada truk pengangkut dan kontainer sampah.
Sementara terkait pengangguran, ia mengakui hal tersebut sebagai tantangan serius. Meski investasi besar masuk, banyak perusahaan merekrut pekerja dari luar Batam.
“Kami sudah meminta perusahaan agar minimal 25 persen karyawan yang direkrut adalah pemegang KTP Batam,” tegasnya.
DPRD juga mendorong Disnaker Batam mengadakan job fair dan pelatihan keterampilan agar tenaga kerja lokal lebih siap bersaing.
Harapan Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa, Imelda, menekankan bahwa sulitnya mencari pekerjaan di Batam dirasakan langsung oleh generasi muda.
“Kami berharap DPRD dan Pemko Batam benar-benar peduli pada persoalan pengangguran. Jangan sampai investasi besar hanya dirasakan orang luar, sementara warga Batam sendiri kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ungkap Imelda.
Audiensi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan DPRD Batam untuk lebih serius menyelesaikan persoalan klasik di Batam, sekaligus memastikan investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. (cr)


















