Ledakan TKA di Batam: 4.058 Pekerja Asing Ramaikan Industri Galangan dan Elektronik

Ledakan TKA di Batam: 4.058 Pekerja Asing Ramaikan Industri Galangan dan Elektronik
Galangan kapal di Batam banyak TKA yang bekerja di sini (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos — Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Batam terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan sektor industri dan masuknya berbagai proyek investasi baru di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam per Oktober 2025, tercatat sebanyak 4.058 orang TKA bekerja di berbagai perusahaan di Batam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswayuni, menyebutkan angka tersebut mencakup TKA dengan berbagai status izin, mulai dari izin baru, perpanjangan, jangka pendek, hingga pemegang izin tinggal tetap.

Example 300x600

“Jumlah ini relatif stabil dibanding tahun lalu,” ujar Nurul, seperti dikutip batampos, Sabtu (11/10/2025).

Didominasi China dan India

Dari total 4.058 tenaga kerja asing, mayoritas berasal dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan jumlah lebih dari 1.500 orang. Disusul India sekitar 1.000 orang, sementara sisanya berasal dari Malaysia, Filipina, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

“Negara-negara tersebut memang memiliki kerja sama investasi yang kuat di Batam. Sebagian besar mereka bekerja di perusahaan asal negara masing-masing yang beroperasi di kawasan industri seperti Batamindo, Kabil, Tanjunguncang, dan Tanjunguncang Shipyard,” jelas Nurul.

Sektor Industri Penyerap TKA Terbesar

Menurut Disnaker, sektor industri yang paling banyak menyerap TKA adalah:

1. Manufaktur elektronik
2. Galangan kapal (shipyard)
3. Minyak dan gas (migas)
4. Energi baru dan terbarukan (EBT)

Selain itu, sejumlah TKA juga bekerja di sektor pendidikan internasional, perhotelan, dan jasa konstruksi.

Beberapa perusahaan besar yang tercatat menggunakan TKA antara lain:

1. PT Panasonic Industrial Devices Batam.
2. PT Infineon Technologies Batam.
3. PT McDermott Indonesia.
4. PT ASL Shipyard Indonesia.
5. PT TDK Electronics Indonesia.
6. PT Oracle Global Services.

Posisi Strategis dan Transfer Pengetahuan

Nurul menegaskan, sebagian besar TKA di Batam menempati posisi strategis dan teknis menengah ke atas. Diantaranya, engineer, project manager, technical advisor, general manager, hingga direktur perusahaan.

“Kebutuhan TKA biasanya untuk posisi yang sangat spesifik dan berorientasi teknologi tinggi. Tapi perusahaan wajib menunjuk tenaga pendamping lokal agar terjadi alih pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Batam mewajibkan setiap perusahaan penerima TKA untuk menyusun dan melaporkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) serta menunjuk Tenaga Kerja Pendamping (TKP) dari Indonesia.

“Prinsipnya bukan hanya membawa tenaga asing untuk bekerja, tapi juga memastikan ada transfer of knowledge agar tenaga kerja lokal meningkat kompetensinya,” tegas Nurul.

TKA di Dunia Pendidikan Internasional

Selain industri berat, sejumlah lembaga pendidikan internasional di Batam juga mempekerjakan pengajar asing, terutama dari Filipina, Inggris, dan Korea Selatan.

Beberapa di antaranya:

1. Yayasan Mondial Anugrah Indonesia
2. Yayasan Clarissa International (Sekolah Global Indo-Asia)
3. Yayasan Monte Sienna Ryujaya

“Sektor pendidikan internasional memang diizinkan menggunakan guru asing, dengan syarat mereka memiliki kualifikasi profesional dan izin resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tambah Nurul.

Batam Terus Jadi Magnet Investasi Global

Kehadiran ribuan TKA di Batam menunjukkan daya tarik besar kota ini sebagai pusat industri dan investasi internasional. Namun, pemerintah menekankan agar pertumbuhan investasi sejalan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal dan perlindungan lingkungan kerja.

Dengan sinergi antara tenaga kerja asing dan lokal, Batam diharapkan terus berkembang sebagai kawasan industri berkelas dunia di jantung Asia Tenggara. (dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *