Batam, Nagoyapos — Malam puncak perayaan Hari Jadi ke-5 Museum Batam Raja Ali Haji yang bertepatan dengan Hari Museum Nasional berlangsung meriah dan penuh makna budaya di Alun-Alun Engku Putri Batam Center, Kamis (23/10/2025) malam.
Acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun museum, yang sebelumnya diisi dengan beragam lomba, bazar, dan pertunjukan seni budaya khas Melayu.
Panggung Budaya Melayu Hidupkan Malam Puncak
Acara dipandu oleh Rio dan Ajeng dari Solidaritas Pembawa Acara (Swara) Batam, dan dibuka dengan penampilan musik tradisional Melayu oleh grup Malaykustik.
“Dalam kegiatan ini, Malaykustik memainkan beberapa lagu Melayu populer seperti Empat Dara, Joget Tanjung, Zapin Madah Pusaka, hingga Nurlela,” ujar Rafiyadi, salah satu personel Malaykustik.
Penampilan tersebut disusul oleh Tari Persembahan dari Sanggar Titah Tuan Ku, yang menambah kemegahan suasana malam budaya tersebut.
Capaian Museum Batam: Lebih dari 5.400 Pengunjung di 2025
Kepala UPTD Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, S.T., menyampaikan capaian penting sepanjang tahun 2025.
“Jumlah koleksi yang telah terdaftar dalam sistem registrasi nasional mencapai 79 item, dan pengunjung dari Januari hingga September 2025 sudah mencapai 5.407 orang,” ungkapnya.
Selain itu, Senny juga mengumumkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan mini theater edukatif, yang akan menampilkan film dokumenter sejarah Batam dan kebudayaan Melayu.
“Mini theater ini akan menjadi ruang pembelajaran interaktif agar generasi muda bisa mencintai sejarah dengan cara yang lebih menarik,” ujarnya.
Lomba Fotografi dan Gurindam 12 Ramaikan Perayaan
Rangkaian HUT museum juga diisi dengan dua lomba utama, yaitu Lomba Fotografi dan Lomba Interpretasi Gurindam 12.
Berikut para pemenangnya:
Lomba Fotografi (17–19 Oktober 2025)
Juara 1: Zya F
Juara 2: Tegar F. W.
Juara 3: Gugatin_GA
Harapan 1: Gandari Kuswara
Lomba Interpretasi Gurindam 12
Juara 1: Deni Kuswara
Juara 2: Stevany
Juara 3: Johanesdeak
Harapan 1: Gandari Kuswara
Museum Luncurkan Koleksi Baru Bernilai Sejarah
Pada malam puncak ini, Museum Batam resmi meluncurkan koleksi terbaru yang sarat nilai sejarah, di antaranya:
1. Baju Dinas (PDU) Wali Kota Batam Administratif Pertama, Ir. H. R. Usman Draman
2. Tombak bilah lalang
3. Lembing bilah pandan
4. Tempayan warisan Raja Alip
Penyerahan koleksi dilakukan secara simbolis oleh Raja Alip kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Drs. Ardiwinata.
Sementara itu, Ketua LAM Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, menyerahkan seragam dinas Wali Kota Batam pertama kepada Drs. H. Heriman HK, yang hadir mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Apresiasi untuk Museum Batam
Dalam sambutannya, Heriman HK menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran Museum Batam dalam melestarikan warisan budaya daerah.
“Semoga Museum Batam terus berkembang dan menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk mengenal sejarah dan jati diri Melayu,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Drs. Ardiwinata, turut menegaskan pentingnya keberadaan museum.
“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga wadah membangun kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya kita,” tuturnya.
Pemotongan Nasi Besar Tutup Perayaan Penuh Makna
Sebagai puncak simbolik acara, dilakukan prosesi adat pemotongan Nasi Besar, yang menjadi lambang rasa syukur, kebersamaan, dan kemuliaan adat Melayu.
Nasi kuning yang disajikan di atas dulang bertingkat ini mencerminkan kemegahan dan kebesaran budaya Melayu, sekaligus menutup perayaan dengan suasana penuh haru dan kebanggaan. (fjr)



















