Batam, Nagoyapos – Warga Melcem Sei Tering II, RT 002 RW 005, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, digemparkan oleh penemuan tumpukan bawang merah dan bawang bombay dalam jumlah sangat besar di sebuah lokasi terpencil, Minggu (26/10/2025).
Gundukan bawang yang mulai membusuk dan menimbulkan bau menyengat itu ditemukan di area sempit di antara rumah warga dan jurang kecil. Warga memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ton — setara tiga truk kontainer!
“Baunya luar biasa, sampai tercium ke jalan besar. Pas kami lihat, ternyata banyak sekali tumpukannya,” ujar salah satu warga, Rina (34), yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Viral di Medsos, Warga Ramai Berdatangan
Penemuan tak biasa ini sontak menjadi viral di media sosial. Foto dan video yang memperlihatkan tumpukan bawang yang menutupi sebagian tanah kosong dibagikan ribuan kali di berbagai platform.
Banyak warganet menduga bahwa bawang-bawang tersebut merupakan hasil penyelundupan ilegal yang sengaja dibuang untuk menghindari razia aparat.
“Kalau dilihat dari jumlahnya, ini pasti stok besar. Gak mungkin warga buang sebanyak itu,” tulis salah satu akun di Facebook Batam News Community.
Polisi dan Otoritas Batam Turun Tangan
Hingga kini, asal-usul dan pemilik bawang misterius itu masih belum diketahui. Pihak kepolisian bersama instansi terkait disebut sudah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
“Tim kami sudah mengecek lokasi dan mengambil sampel. Kami akan telusuri dari mana barang ini berasal dan apakah ada unsur pelanggaran hukum,” ungkap salah satu petugas di lapangan.
Selain potensi pelanggaran perdagangan dan penyelundupan, aparat juga menyoroti risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan akibat tumpukan bawang yang membusuk di tengah permukiman warga.
Misteri Belum Terungkap: Siapa yang Membuang Puluhan Ton Bawang Ini?
Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga Batam. Siapa yang tega membuang komoditas bernilai tinggi dalam jumlah masif seperti itu? Dan apa sebenarnya motif di baliknya?
Sebagian warga menduga ada upaya untuk menghilangkan barang bukti penyelundupan, sementara lainnya menganggap ini bisa jadi sisa stok impor ilegal yang gagal diedarkan di pasar lokal.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat tidak mengambil atau mengonsumsi bawang tersebut, mengingat kondisinya sudah rusak dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
“Kami minta warga tetap tenang dan tidak berspekulasi. Semua sedang kami dalami,” tambah petugas tersebut. (cr)


















