Batam, Nagoyapos – Kenaikan harga dan kelangkaan beras premium di pasaran Batam memantik perhatian serius DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Anggota Komisi II DPRD Kepri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Jumat (9/1/2026) pagi, untuk memastikan ketersediaan serta kualitas stok beras.
Sidak tersebut dipimpin Anggota Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, SE., MM. Ia mengungkapkan bahwa langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait mahalnya harga beras premium, yang justru lebih mudah ditemukan di pasar modern dibandingkan pasar tradisional.
“Setelah kami cek langsung, Bulog Batam masih memiliki stok beras premium sekitar 24 ton. Selain itu, terdapat cadangan sekitar 4.000 ton di Sulawesi yang siap dikirim ke Batam,” ujar Wahyu.
Meski stok dinyatakan tersedia, hingga saat ini belum ada distributor yang melakukan pemesanan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat distribusi beras premium ke masyarakat, padahal waktu pengiriman dari Sulawesi ke Batam hanya membutuhkan dua hingga tiga minggu.
“Ketersediaan beras premium ini sangat penting, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Distribusi harus segera berjalan agar stabilitas harga tetap terjaga sesuai HET,” tambahnya.
Komisi II DPRD Kepri pun mendorong para distributor agar segera memanfaatkan pasokan beras premium dari Bulog. Selain itu, DPRD membuka peluang penguatan regulasi, termasuk melalui penerbitan Peraturan Gubernur, guna memastikan distribusi beras berjalan optimal dan merata.
Anggota Komisi II DPRD Kepri lainnya, Zainal Abidin, SE., MH, menilai minimnya respons distributor merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kami akan mengundang Bulog dan para distributor dalam rapat dengar pendapat untuk membahas kendala yang ada, baik terkait harga, margin, maupun faktor lainnya,” tegas Zainal.
Bulog Pastikan Stok Aman
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, memastikan stok beras medium di Batam dan Karimun dalam kondisi aman untuk tiga hingga empat bulan ke depan. Bulog juga telah menyiapkan pasokan beras premium dari Makassar sebanyak 1.000 hingga 2.000 ton pada tahap awal.
“Harga beras premium dari Bulog ke distributor sekitar Rp14.500 per kilogram, dan dijual ke konsumen sekitar Rp15.400 per kilogram. Kualitasnya terjamin karena berasal langsung dari petani,” jelas Guido.
Komisi II DPRD Kepri berharap sinergi antara Bulog, distributor, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan, menekan gejolak harga, serta memastikan masyarakat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan. (r)



















