Rakornas 2026: Prabowo Warning Darurat Sampah, Amsakar–Li Claudia Tegaskan Batam Siap Bergerak

Rakornas 2026: Prabowo Warning Darurat Sampah, Amsakar–Li Claudia Tegaskan Batam Siap Bergerak
Wali Kota Amsakar bersama Wakil Li Claudia Chandra dan Forkompida menghadiri Rakornas 2026 (mc batam)

Bogor, Nagoyapos – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas yang dihadiri ribuan kepala daerah serta pimpinan lembaga negara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan berbagai program prioritas nasional.

Example 300x600

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin krusial dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup dan pembangunan nasional. Presiden mengungkapkan, sebagian besar tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah diproyeksikan overkapasitas pada 2028, bahkan bisa terjadi lebih cepat jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah strategis, pemerintah pusat akan membangun 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) di 34 wilayah di Indonesia. Proyek tersebut akan segera dimulai melalui tahapan peletakan batu pertama dan ditargetkan mulai beroperasi dalam dua tahun ke depan.

“Ini investasi besar, totalnya hampir USD 3,5 miliar untuk 34 titik. Ini harus segera berjalan,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, Polri, hingga aparatur sipil negara.

Menurut Prabowo, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan sektor pariwisata, yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling cepat dan paling banyak. Tapi tidak mungkin wisata berkembang kalau lingkungan kotor dan jorok,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya membangun budaya bersih dan peduli lingkungan secara masif, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, hingga permukiman masyarakat.

Selain isu sampah, Presiden turut menyoroti estetika kota, termasuk maraknya pemasangan spanduk dan baliho yang dinilai merusak keindahan tata ruang perkotaan dan wajah kota.

Agenda Strategis Nasional

Rakornas 2026 juga membahas berbagai agenda strategis nasional, seperti penguatan ekonomi dan investasi, ketahanan energi, swasembada pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menanggapi arahan Presiden, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Batam untuk mendukung dan menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI. Ia menyebut Batam sebagai kota industri dan pariwisata memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.

“Batam siap bergerak bersama pemerintah pusat. Kami akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan peran masyarakat, serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan,” ujar Amsakar.

Amsakar juga menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi perhatian serius sejak awal kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra.

“Penanganan sampah merupakan satu dari 15 program prioritas yang harus dituntaskan selama kepemimpinan kami,” tegasnya.

Menurut Amsakar, arah kebijakan Pemko Batam sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo. Selain pengelolaan sampah, Pemko Batam juga telah melakukan penertiban baliho, membentuk 64 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta menjalankan berbagai program strategis lainnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa Rakornas 2026 merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program strategis nasional. Rakornas ini menjadi tahun kedua implementasi RPJMN 2025–2029.

Rakornas 2026 diikuti sekitar 4.487 peserta, terdiri dari pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia. Tahun ini, Kemendagri mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.” (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *