Lebaran Tanpa Mati Lampu? PLN Siapkan Ribuan Personel dan Posko di Riau–Kepri

Lebaran Tanpa Mati Lampu? PLN Siapkan Ribuan Personel dan Posko di Riau–Kepri
PLN menyiagakan ribuan personil pada hari lebaran (dokpln)

Batam, Nagoyapos – Menjelang puncak Ramadan hingga Idulfitri 2026, PT PLN (Persero) tak mau ambil risiko. Demi memastikan listrik tetap menyala tanpa gangguan, ribuan personel langsung disiagakan di seluruh wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Total 1.890 personel gabungan diterjunkan dalam siaga kelistrikan tahun ini. Mereka berasal dari berbagai unit PLN, mulai dari pembangkitan, penyaluran hingga distribusi, yang semuanya bergerak dalam satu komando.

Example 300x600

Kesiapan ini ditandai melalui Apel Siaga Kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M yang digelar PLN Grup Regional Riau.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, menegaskan bahwa seluruh personel telah ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

“Kami kerahkan 1.890 personel untuk memastikan pasokan listrik tetap andal selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Tak hanya personel, PLN juga menyiapkan 49 posko siaga kelistrikan yang siap bergerak cepat jika terjadi gangguan. Artinya, jika listrik padam, respons penanganan akan dilakukan secepat mungkin.

Fokus utama PLN tertuju pada lokasi-lokasi krusial yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas, seperti masjid, bandara, pelabuhan, pusat transportasi, hingga fasilitas publik lainnya.

Dengan kata lain, PLN ingin memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang, mudik tanpa hambatan, hingga merayakan Lebaran tanpa gangguan listrik.

Di balik layar, berbagai langkah pencegahan juga sudah dilakukan. Mulai dari inspeksi jaringan, pemeliharaan peralatan, hingga pemangkasan pohon di sekitar jaringan listrik—semua demi meminimalisir risiko gangguan.

“Dengan kolaborasi seluruh unit, kami pastikan sistem kelistrikan dalam kondisi siap,” tambah Didik.

Langkah ini menjadi bukti bahwa PLN tidak ingin momen penting seperti Lebaran terganggu hanya karena masalah listrik.

Kini, dengan ribuan personel siaga dan puluhan posko aktif, masyarakat bisa sedikit lebih tenang: listrik dijaga ekstra ketat saat hari raya tiba. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *