PLN Batam Gratiskan Biaya Layanan SPKLU, Dorong Adopsi Kendaraan Listrik di Batam

Batam-(NagoyaPos.Com)-PLN Batam terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Batam dengan menghadirkan tarif pengisian daya yang transparan dan kompetitif di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kawasan industri strategis tersebut.

Melalui skema tarif terbaru, pengguna SPKLU hanya dikenakan biaya konsumsi listrik sebesar Rp2.466,78 per kilowatt-jam (kWh) sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara itu, biaya layanan pengisian, biaya administrasi, dan PPN dibebaskan alias Rp0.

Example 300x600

Pengguna hanya dikenakan tambahan Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik (PBJT-TL) sebesar 8 persen dari total transaksi pengisian daya.

Manajer Humas PLN Batam Yoga Perdana Sulastama mengatakan transparansi tarif menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.

“Dengan tarif yang jelas dan akses layanan yang mudah, kami berharap adopsi kendaraan listrik di Batam terus meningkat,” ujar Yoga, Selasa (29/4/2026).

Menurutnya, tarif pengisian listrik yang kompetitif memberikan keuntungan ekonomi dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan konvensional. Kondisi ini dinilai mampu menekan biaya operasional transportasi, terutama untuk sektor logistik, transportasi daring, hingga armada perusahaan.

Selain menghadirkan tarif yang lebih sederhana, PLN Batam juga memperluas akses layanan SPKLU melalui platform digital berbasis web. Sistem tersebut memungkinkan pengguna mencari lokasi SPKLU, memantau konsumsi listrik, serta melakukan pembayaran secara praktis.

Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Batam juga diyakini membuka peluang investasi baru di sektor energi dan teknologi. Kebutuhan pembangunan jaringan pengisian daya hingga layanan pendukung dinilai dapat melibatkan banyak pelaku industri.

Sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional, Batam memiliki kebutuhan mobilitas tinggi sehingga membutuhkan sistem transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

“Kehadiran SPKLU dengan tarif kompetitif diharapkan mendorong transisi menuju transportasi bersih sekaligus meningkatkan daya tarik investasi,” kata Yoga.

Saat ini, PLN Batam juga terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan puluhan SPKLU di berbagai titik strategis di Batam. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah, Batam diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.(**)

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *