Batam-(NagoyaPos.Com) – Ketua Dewan Penasehat PD XXXI KB FKPPI Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, mendorong pemerintah untuk menerapkan program Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, mahasiswa, hingga masyarakat umum sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional dari berbagai ancaman nonmiliter.
Menurut Syamsul, birokrasi merupakan jantung negara karena menjadi tempat lahirnya kebijakan, pelayanan publik, serta pelaksanaan berbagai program pemerintahan. Karena itu, ASN tidak hanya berperan sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai penjaga negara yang memiliki akses terhadap data, anggaran, kebijakan, dan sistem strategis pemerintahan.
“ASN berada di posisi yang sangat strategis. Mereka perlu memiliki ketahanan mental, disiplin, serta wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ancaman yang dapat melemahkan negara,” ujar Syamsul dalam pernyataannya, Selasa (9/6).
Ia menilai, saat ini ancaman terhadap negara tidak hanya datang dalam bentuk serangan fisik, tetapi juga melalui berbagai bentuk ancaman hibrida seperti penyebaran paham radikal, intervensi asing, disinformasi, hingga praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.
Karena itu, Syamsul mengusulkan agar pemerintah memberikan pembekalan dasar melalui program Komcad kepada ASN. Menurutnya, program tersebut bukan untuk menjadikan ASN sebagai tentara, melainkan membangun karakter disiplin, loyalitas, integritas, serta rasa cinta tanah air.
“Latihan dasar ini dapat berisi wawasan kebangsaan, baris-berbaris, bela diri dasar, survival, hingga pemahaman terhadap ancaman siber dan ancaman hibrida yang berkembang saat ini,” katanya.
Selain ASN, Syamsul juga mengusulkan program serupa diberikan kepada pegawai BUMN sebagai penjaga sektor ekonomi nasional, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, serta masyarakat umum untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, menangkal hoaks, dan menjaga kerukunan sosial.
Menurut dia, konsep Komcad berbeda dengan wajib militer karena peserta tetap menjalankan aktivitas dan profesinya masing-masing. Program tersebut hanya berupa pembekalan dasar yang dirancang secara efisien dengan kurikulum yang jelas dan tujuan yang terukur.
“Tujuannya bukan untuk perang dan bukan pula militerisasi masyarakat. Ini adalah pembekalan kebangsaan agar seluruh elemen bangsa memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam persatuan dan kedaulatan negara,” ujarnya.
Syamsul menegaskan, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh alutsista dan kemampuan militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan sistem yang dimiliki. Karena itu, menurutnya, membangun kesadaran bela negara di berbagai lapisan masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga Indonesia tetap kuat dan bersatu.
“Negara yang kuat dimulai dari rakyat yang siap. Benteng terkuat bukan hanya berada di perbatasan, tetapi juga ada di hati setiap anak bangsa,” tutupnya.
Syamsul Paloh diketahui juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Riau. (*)
Reporter : RY













