Batam, Nagoyapos.com – IPDA Zulhamsyah Putra konsisten menjalankan Razia Perut Lapar (RPL) untuk membantu warga kurang mampu di Tanjungpinang dan Batam. Aksi sosial polisi humanis ini menginspirasi banyak orang.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai perwira polisi di lingkungan Polda Kepulauan Riau, IPDA Zulhamsyah Putra tetap konsisten menjalankan aksi sosial kemanusiaan yang telah lama menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.
Program bertajuk Razia Perut Lapar (RPL) yang digagasnya bahkan kini semakin dikenal luas sebagai bentuk kepedulian nyata kepada warga kurang mampu.
Berbeda dari razia pada umumnya yang identik dengan penindakan pelanggaran, Razia Perut Lapar justru hadir dengan semangat kemanusiaan.
Program tersebut bertujuan mencari masyarakat yang membutuhkan bantuan, mulai dari lansia yang hidup sendiri, keluarga prasejahtera, hingga anak-anak yatim dan warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pindah ke Batam, Polda Kepri
Meski kini bertugas di Batam dan menyandang pangkat perwira polisi, Ipda Zulhamsyah Putra mengaku tidak ingin menciptakan jarak dengan masyarakat. Baginya, pangkat dan jabatan merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk memberi manfaat lebih luas kepada sesama.
“Menyandang pangkat Perwira bukan berarti harus menjaga jarak dengan masyarakat. Justru amanah itu harus menjadi jalan untuk semakin banyak membantu dan hadir bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Zulhamsyah.
Lewat kegiatan RPL, Ipda Zulhamsyah Putra bersama keluarga dan sejumlah relawan rutin turun langsung ke lapangan membagikan makanan siap santap, paket sembako, serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tidak jarang, mereka menyasar kawasan yang minim perhatian bantuan sosial, seperti kampung pemulung, kawasan pesisir, hingga lingkungan tempat pembuangan akhir (TPA).
Saat dihubungi awak media pada Minggu (14/6/2026), Zulhamsyah mengungkapkan bahwa dirinya masih aktif menjalankan kegiatan sosial tersebut di sela kesibukan tugas dinasnya di Batam.
“Alhamdulillah baik, Bang. Saat ini saya berada di Batam dan sementara bertugas di Polda. Minggu lalu ketika berada di Tanjungpinang, saya bersama istri tetap melaksanakan kegiatan RPL dengan memasak dan membagikan makanan serta sembako kepada masyarakat di Kampung Bakau Seijang, Kampung Pemulung, dan kawasan TPA Ganet,” ungkapnya.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dari pengabdian sebagai anggota Polri.
Kisah dari Lapangan
Dalam berbagai kesempatan, Zulhamsyah mengaku kerap menemukan kisah hidup yang menyentuh hati. Mulai dari seorang ibu yang rela menahan lapar demi anak-anaknya, lansia yang hidup sendiri dengan persediaan makanan terbatas, hingga anak-anak yatim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Pengalaman tersebut justru semakin menguatkan tekadnya untuk terus menjalankan program Razia Perut Lapar selama masih memiliki kesempatan.
“Kenyang adalah nikmat. Namun melihat orang lain kenyang karena uluran tangan kita adalah nikmat yang berlipat ganda. Mari terus berbagi, karena setiap kebaikan yang diberikan tidak hanya membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerima, tetapi juga menjadi keberkahan bagi kita yang memberi,” katanya.
Ipda Zulhamsyah Putra juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berbuat baik, meski dengan cara sederhana. Baginya, kepedulian kecil seperti membantu sesama, memberi perhatian, hingga berbagi makanan bisa menjadi amal besar.
Ia memastikan program Razia Perut Lapar akan terus berjalan selama tidak mengganggu tugas kedinasannya di Batam.
“Insya Allah kegiatan RPL tetap berjalan. Jika ada waktu luang dan tidak mengganggu kedinasan saya di Batam, saya akan sempatkan kembali ke Tanjungpinang untuk melaksanakan kegiatan RPL,” tegasnya.
Kehadiran IPDA Zulhamsyah Putra selama ini meninggalkan kesan mendalam di tengah masyarakat. Tak sedikit warga berharap sosok polisi humanis tersebut dapat kembali bertugas lebih dekat dengan masyarakat Tanjungpinang.
Bagi warga, Zulhamsyah bukan hanya seorang anggota Polri, tetapi sahabat masyarakat yang hadir membawa kepedulian di saat dibutuhkan.
Editor: Risman














