Batam-(NagoyaPos.Com) – Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) Kota Batam kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (18/6). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan nasional maupun persoalan daerah yang dinilai belum mendapat perhatian serius.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu diikuti puluhan mahasiswa. Mereka membentangkan sejumlah spanduk dan menyuarakan aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi lingkungan, hingga pelayanan dasar masyarakat di Batam.
Koordinator Umum aksi, Muryadi Aguspriawan, mengatakan mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program nasional, termasuk MBG. Menurutnya, penggunaan anggaran negara perlu dipastikan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
“Menurut kami, daerah-daerah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam pengalokasian anggaran,” ujarnya.
Selain isu nasional, mahasiswa turut menyoroti berbagai persoalan lokal seperti pengelolaan sampah, aktivitas cut and fill, krisis air bersih, hingga banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Batam.
“Masalah-masalah tersebut perlu mendapat perhatian dan penyelesaian yang lebih konkret dari pemerintah daerah maupun DPRD,” kata Muryadi.
Di tengah jalannya aksi, sempat terjadi ketegangan antara massa dan aparat pengamanan ketika demonstran berupaya melakukan pembakaran ban sebagai bagian dari aksi simbolik. Namun situasi dapat dikendalikan dan aksi tetap berlangsung hingga perwakilan mahasiswa diterima oleh DPRD Kota Batam.
Koordinator Lapangan aksi, Alwi Djaelani, mengatakan pihaknya juga akan melaporkan dugaan ucapan yang dianggap tidak pantas dari salah seorang anggota kepolisian saat pengamanan berlangsung.
“Kami akan menyampaikan laporan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat ditindaklanjuti secara profesional,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi mahasiswa, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menyatakan seluruh tuntutan yang disampaikan akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Batam maupun pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa Wali Kota Batam Amsakar Achmad tidak dapat hadir menemui massa karena sedang mengikuti agenda bersama DPR RI di Jakarta.
“Kami akan menyampaikan seluruh aspirasi mahasiswa kepada Wali Kota Batam,” kata Kamaluddin di hadapan peserta aksi.
Terkait tuntutan mengenai Program Makan Bergizi Gratis, Kamaluddin menyatakan terbuka terhadap evaluasi program. Namun menurutnya, program tersebut masih memberikan manfaat bagi sebagian masyarakat, khususnya anak-anak dan warga di wilayah pesisir.
“Kalau evaluasi saya setuju. Tetapi kalau dihentikan total, tentu perlu dipertimbangkan karena masih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya. (*)
Reporter : RY














