Batam-(NagoyaPos.Com)- Badan Pengusahaan (BP) Batam masih mengkaji peluang kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, JFE Engineering, untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy atau WtE). Hingga kini, pembahasan masih sebatas penjajakan dan belum mengarah pada kesepakatan investasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam mencari solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang terus meningkat, termasuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur.
Pertemuan dengan JFE Engineering berlangsung di Marketing Center BP Batam pada (22/06/2026)Dalam pertemuan itu, perusahaan asal Jepang tersebut memperkenalkan teknologi pengolahan sampah yang telah diterapkan di sejumlah negara.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pembahasan saat ini masih difokuskan pada pertukaran informasi teknis. Menurut dia, BP Batam sedang memetakan berbagai aspek, mulai dari kondisi persampahan di Batam, kebutuhan kapasitas pengolahan, kesesuaian teknologi, hingga kemungkinan skema investasi.
“Pertemuan tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan pertukaran informasi teknis,” kata Fary, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia mengatakan setiap usulan akan melalui kajian menyeluruh sebelum diputuskan menjadi kerja sama yang lebih konkret.
Menurut Fary, penanganan sampah di Batam tidak dapat mengandalkan satu teknologi saja. Karena itu, BP Batam mendorong pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pengurangan sampah di sumber, peningkatan daur ulang, penguatan sistem pengumpulan dan pengangkutan, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam proses pengolahan.
“Teknologi waste to energy diposisikan sebagai bagian dari solusi terintegrasi, bukan satu-satunya solusi,” ujarnya.
Hingga saat ini, BP Batam belum menetapkan lokasi proyek, kapasitas fasilitas, potensi listrik yang akan dihasilkan, maupun target waktu pelaksanaan. Skema pembiayaan juga masih terbuka untuk dibahas, termasuk kemungkinan melibatkan investasi swasta atau pola kemitraan lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Apabila hasil kajian menunjukkan proyek tersebut layak dikembangkan, teknologi waste to energy diharapkan dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menjadi salah satu sumber energi pendukung bagi pengembangan Batam sebagai kawasan industri yang lebih ramah lingkungan.(**)
Reporter : RY














