Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi memulai uji coba layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam Koridor 7 yang menghubungkan Nongsa, Bandara Internasional Hang Nadim, dan Batam Center. Kehadiran koridor baru ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di Kota Batam.
Asisten II Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan pengoperasian Koridor 7 menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi antara pelabuhan, angkutan darat, hingga bandara.
“Hari ini menjadi momen penting karena Pemerintah Kota Batam terus berupaya menghadirkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau. Dengan masuknya Trans Batam ke Bandara Hang Nadim, interkoneksi antarmoda yang selama ini kita rencanakan mulai terwujud,” ujar Yusfa saat uji coba lintasan di Bandara Hang Nadim, Senin (29/6/2026).
Mudah Pindah Moda Transportasi
Dengan hadirnya Koridor 7, masyarakat yang tiba melalui Pelabuhan Sekupang kini dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam menuju Batam Center, Nagoya, maupun Jodoh.
Selanjutnya, dari Batam Center penumpang dapat berpindah ke Koridor 7 untuk menuju Bandara Hang Nadim maupun kawasan Nongsa.
Menurut Yusfa, integrasi ini akan memperkuat posisi Batam sebagai kota modern yang memiliki sistem transportasi publik saling terhubung.
Bahkan, Batam kini menjadi kota ketiga di Indonesia yang memiliki layanan BRT terintegrasi dengan bandara, setelah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang.
Tarif Murah, Mulai Rp2.500
Pemko Batam menetapkan tarif Koridor 7 sebesar:
Rp5.000 untuk penumpang umum.
Rp2.500 bagi pelajar dan anak-anak.
Sementara waktu tunggu bus saat ini sekitar 20 menit pada pagi hari dan 30 menit pada siang hingga sore.
“Kami berharap jika jumlah penumpang terus meningkat, frekuensi perjalanan juga akan ditambah sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat,” kata Yusfa.
Dilengkapi CCTV, GPS hingga Deteksi Sopir Mengantuk
Kepala UPT Bus Trans Batam, Bambang Cipto, menjelaskan armada Koridor 7 telah dilengkapi berbagai teknologi modern untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Fasilitas tersebut meliputi:
Kamera CCTV pemantau pengemudi.
Sistem pendeteksi kantuk sopir.
GPS yang dapat dipantau melalui aplikasi.
Port pengisian daya (charging) telepon seluler.
Akses kursi roda bagi penyandang disabilitas.
Setiap armada memiliki kapasitas hingga 40 penumpang.
Seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai, namun petugas tetap siap membantu penumpang yang belum memiliki kartu atau aplikasi pembayaran elektronik.
Permudah Akses ke Bandara Hang Nadim
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menyambut baik hadirnya layanan Trans Batam ke Bandara Hang Nadim.
Menurutnya, selama ini akses menuju bandara masih didominasi kendaraan pribadi, taksi konvensional, dan taksi daring.
“Kehadiran Trans Batam diharapkan mampu meningkatkan penggunaan angkutan umum sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat menuju maupun dari bandara,” ujarnya.
Dengan hadirnya Koridor 7, masyarakat kini memiliki pilihan transportasi yang lebih murah, nyaman, dan terintegrasi menuju Bandara Hang Nadim, sekaligus mendukung pengembangan sistem transportasi modern di Kota Batam.
Risman














