<
Batam  

Kenduri Seni Melayu 2026 Ditutup Meriah, Batam Perkuat Diplomasi Budaya dan Bidik Taman Budaya

Ribuan masyarakat memadati malam penutupan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 di Batam, Minggu (5/7).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 resmi ditutup dengan meriah pada Minggu (5/7). Ribuan masyarakat memadati lokasi festival untuk menyaksikan malam puncak yang menampilkan ragam seni budaya Melayu dari Indonesia hingga negara-negara serumpun.

Selama tiga hari penyelenggaraan, KSM 2026 tak hanya menjadi panggung pertunjukan seni tradisi, tetapi juga mempertegas komitmen Pemerintah Kota Batam menjadikan kebudayaan sebagai penguat identitas daerah sekaligus sarana diplomasi budaya di tingkat internasional.

Malam penutupan diwarnai penampilan sastra, tari tradisional, seni rupa, hingga bazar kuliner. Parade puisi menghadirkan Ramon Damora, Murparsaulian, SM Bagaskara, Jefri Al Malay, Novi Junaidi, penyair Sudirman Elbatamy, serta CG Karmin dari Singapura.

Sementara itu, panggung tari menampilkan Tari Dangkong dari Sanggar Totah Tuanku, Tari Tandak Kasih dari Yayasan Laman Seni Seri Melayu Pekanbaru, Tari Zapin, hingga penampilan Sanggar Tun Teja yang mengangkat nilai syukur, persatuan, dan kebersamaan sebagai ruh budaya Melayu.

Di luar panggung utama, pengunjung juga disuguhi pertunjukan live painting hasil kolaborasi Komunitas Seni Rupa Batam dengan pelukis asal Amerika Serikat, demonstrasi membatik, serta bazar kuliner yang ramai dikunjungi sepanjang festival.

Salah seorang pengunjung, Novita, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan KSM tahun ini. Menurutnya, festival tersebut bukan hanya menghibur, tetapi juga menambah wawasan masyarakat mengenai kekayaan seni dan budaya Melayu.

“Melalui pentas seni ini saya jadi lebih mengenal tarian tradisional dan karya para penyair yang sebelumnya belum saya pahami. Area live painting dan membatik juga menarik karena masyarakat bisa melihat langsung proses berkarya para seniman,” ujarnya.

Novita juga mengapresiasi kebersihan kawasan festival yang tetap terjaga meski dipadati ribuan pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan penyelenggaraan KSM 2026 menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi jumlah peserta maupun keterlibatan delegasi mancanegara.

“Tahun ini diikuti peserta dari Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, serta sanggar seni dari Palembang, Yogyakarta, Pekanbaru, Dumai, dan berbagai daerah di Kepulauan Riau. Penampilannya juga semakin beragam,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kualitas pertunjukan, tetapi juga dari pengelolaan kawasan, termasuk kebersihan lingkungan dan pengawasan higienitas makanan di area bazar.

Ardiwinata menambahkan, KSM yang untuk ketiga kalinya masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk terus meningkatkan ekosistem seni dan budaya.

Salah satu target yang tengah disiapkan adalah pembangunan Taman Budaya sebagai ruang berkegiatan bagi para seniman dan paguyuban budaya di Kota Batam.

“Ke depan kita ingin memiliki Taman Budaya yang representatif sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Batam. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan sektor kebudayaan,” ujarnya.

Penutupan KSM 2026 dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam yang mewakili Wali Kota Batam. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh panitia, sponsor, komunitas seni, serta masyarakat yang telah menyukseskan festival tersebut. Ia berharap semangat pelestarian budaya Melayu terus tumbuh hingga ke tingkat kecamatan.

Kenduri Seni Melayu 2026 kemudian ditutup dengan “Jogetan Pura Mahligai”, saat para seniman, tamu undangan, dan masyarakat menari bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Festival budaya tahunan itu dijadwalkan kembali digelar pada 2027. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *