Batam-(NagoyaPos.Com) – Dugaan penyalahgunaan data pribadi berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) untuk registrasi kartu seluler kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mengaku mendapati NIK mereka telah terdaftar pada nomor layanan by.U, padahal mereka mengaku tidak pernah melakukan registrasi.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan data pribadi masyarakat. Selain berpotensi menghambat proses registrasi kartu baru, penggunaan identitas tanpa sepengetahuan pemilik juga dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Salah seorang warga mengaku baru mengetahui NIK miliknya telah digunakan setelah melakukan pengecekan saat hendak melakukan registrasi nomor baru. Hasil pengecekan menunjukkan identitasnya telah terdaftar pada nomor by.U yang tidak dikenalnya.
Sesuai ketentuan registrasi kartu prabayar, setiap pelanggan wajib menggunakan data NIK dan Kartu Keluarga yang valid. Satu NIK hanya dapat digunakan untuk mendaftarkan maksimal tiga nomor pada satu operator. Apabila kuota registrasi telah terpakai oleh nomor yang tidak dikenal, pelanggan dapat mengalami kendala saat akan mengaktifkan kartu baru.
Masyarakat berharap pihak Telkomsel maupun by.U memberikan penjelasan mengenai mekanisme verifikasi registrasi kartu serta memastikan sistem keamanan data pelanggan berjalan dengan baik agar tidak terjadi penyalahgunaan identitas.
Selain itu, apabila ditemukan indikasi penggunaan data kependudukan tanpa persetujuan pemiliknya, masyarakat meminta dilakukan penelusuran dan investigasi secara menyeluruh. Perlindungan data pribadi dinilai menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan telekomunikasi.
Bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa, disarankan segera melakukan pengecekan status registrasi nomor, menghubungi layanan pelanggan by.U atau Telkomsel, serta menyimpan bukti-bukti yang dimiliki apabila hendak mengajukan pengaduan resmi.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Telkomsel maupun by.U terkait dugaan penggunaan data NIK pelanggan tanpa sepengetahuan pemilik. (*)
Reporter : RY














