Jakarta, Nagoyapos.com – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis pelanggan eksternal yang melonjak 31 persen secara tahunan.
Hingga Juni 2026, pendapatan dari pelanggan di luar ekosistem TelkomGroup mencapai Rp939 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia.
Pertumbuhan ini sekaligus memperkuat posisi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terbuka yang mampu memenuhi kebutuhan konektivitas berbagai pelaku industri.
Transformasi Jadi Motor Pertumbuhan Baru
InfraNexia memasuki fase baru setelah menerima pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2026.
Transformasi tersebut memperbesar kapasitas operasional perusahaan sekaligus memperluas peluang monetisasi aset dan kerja sama dengan pelanggan eksternal.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia juga mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui pengelolaan aset yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.
Segmen Wholesale Network Tumbuh Dua Digit
Dari sisi portofolio bisnis, segmen Wholesale Network yang mencakup layanan Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut didorong meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan inti (core network) seiring pesatnya aktivitas digital di berbagai sektor.
Sementara itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat bisnis perusahaan melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur bersama, sehingga menciptakan efisiensi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di industri telekomunikasi.
EBITDA Capai 54,5 Persen
Dari sisi profitabilitas, InfraNexia berhasil membukukan margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026.
Pencapaian ini ditopang oleh disiplin operasional, pengendalian biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi indikator bahwa strategi transformasi perusahaan mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Perkuat SDM dan Percepat Transformasi
Seiring meningkatnya skala bisnis, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya.
Jumlah karyawan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester pertama 2026. Penambahan sumber daya manusia tersebut dilakukan untuk mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, dan percepatan transformasi perusahaan.
Lukman menegaskan semester pertama 2026 menjadi fondasi penting bagi InfraNexia untuk berkembang sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kompetitif.
Menurutnya, perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi, modernisasi jaringan, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pelaku industri.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.
Dengan kinerja yang terus bertumbuh, InfraNexia optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital nasional yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, industri, dan perekonomian nasional.
Risman














