BATAM-(NagoyaPos.Com) – Gangguan suplai air bersih dikeluhkan warga Bengkong Sarmen Raya, RT 04/RW 05, Kecamatan Bengkong, Batam. Sedikitnya 60 rumah disebut terdampak akibat aliran air yang tidak mengalir normal.
Keluhan tersebut disampaikan warga dalam pertemuan yang digelar di kawasan Bengkong Sarmen Raya, tepatnya di samping Hotel Golden Bay, Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan suplai air bersih yang hingga kini masih menjadi kendala bagi masyarakat.
Warga mengaku kondisi tersebut cukup menyulitkan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan air untuk mandi, mencuci pakaian dan keperluan rumah tangga lainnya menjadi terganggu.
Warga Bengkong Sarmen Raya, Nanda, mengatakan masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi. Menurutnya, ketika aliran air terganggu, warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap persoalan air ini segera ada solusinya. Kalau air mati seperti ini, aktivitas warga sangat terganggu, apalagi untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujar Nanda.
Ia berharap suplai air melalui mobil tangki dapat ditambah dan dilakukan secara rutin selama aliran air belum kembali normal.
“Kalau bisa suplai air tangki ditambah dan dilakukan rutin sampai air kembali normal. Karena kebutuhan warga cukup banyak,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Ngadiman, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian terkait penanganan persoalan air di wilayah tersebut.
Menurutnya, suplai dua tangki air dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 60 rumah yang terdampak. Karena itu, warga mengusulkan agar jumlah suplai ditambah menjadi tiga tangki.
“Kami tidak meminta yang macam-macam, kami hanya ingin air bisa mengalir normal. Kalau memang masih dalam proses perbaikan, kami berharap ada solusi sementara. Kalau bisa tiga tangki disiapkan karena dua tangki belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Ngadiman.
Selain meminta tambahan suplai air tangki, warga juga mempertanyakan progres rencana interkoneksi jaringan air yang diharapkan dapat menjadi solusi terhadap persoalan distribusi air di kawasan tersebut.
Ngadiman mengatakan, warga memberikan waktu sekitar dua minggu untuk melihat perkembangan penanganan persoalan tersebut.
“Kami tunggu bagaimana tindak lanjutnya. Kalau memang dalam dua minggu tidak ada progres, kami sepakat untuk menyampaikan persoalan ini melalui RDP agar ada solusi yang jelas,” ujarnya.
Dalam hasil diskusi, warga juga meminta agar proses perbaikan jaringan dapat segera diselesaikan. Selama proses tersebut berlangsung, warga berharap distribusi air tangki dilakukan secara rutin agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Gangguan air ini dinilai cukup memberatkan warga, terutama keluarga yang memiliki anak kecil. Warga berharap pihak terkait dapat segera memberikan solusi, baik melalui optimalisasi distribusi air tangki maupun percepatan perbaikan dan interkoneksi jaringan.
Warga berharap persoalan suplai air di Bengkong Sarmen Raya tidak berlarut-larut dan aliran air dapat kembali normal dalam waktu dekat. (*)
Reporter : RY














