<
Batam  

PKC PMII Kepri Gelar PKL, PIW dan Rakorda, Konsolidasikan Arah Kaderisasi di Beranda Nege

Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII Acep Jamaludin bersama jajaran PKC PMII Kepri dan peserta saat pembukaan Pelatihan Kader Lanjut (PKL), Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW), dan Rakorda Kaderisasi PMII Kepri di Aula Dispora Kota Batam, Kamis (13/8/2026).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kepulauan Riau menggelar rangkaian Pelatihan Kader Lanjut (PKL), Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW), dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kaderisasi pada 13–17 Agustus 2026 di Kota Batam.

Kegiatan yang mengusung tema “Reorientasi Kaderisasi PMII di Beranda Negeri: Meneguhkan Nilai Dasar Pergerakan, Membangun Kepemimpinan, Memajukan Kepulauan Riau” tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk menyamakan arah kaderisasi sekaligus memperkuat kualitas kader PMII di Kepulauan Riau.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Dispora Kota Batam dan dibuka Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII, Acep Jamaludin.

Turut hadir mewakili Gubernur Kepri, Harianto, ST., M.Si., Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Mabinda PKC PMII Kepri, senior-senior PMII, Muslimat NU, GP Ansor, Cipayung Plus, KNPI, serta sejumlah unsur organisasi lainnya.

Dalam sambutannya, Acep Jamaludin menegaskan bahwa kaderisasi PMII harus mulai bergeser dari orientasi kuantitas menuju penguatan kualitas kader.

Menurutnya, kader PMII harus memiliki kedalaman intelektual, integritas, karakter kepemimpinan, serta kemampuan dalam membaca dan menjawab berbagai persoalan zaman.

Sementara itu, Harianto yang mewakili Gubernur Kepri mengapresiasi peran PMII dalam membentuk generasi muda yang memiliki kapasitas sekaligus kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Ia berharap kader PMII dapat terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak serta mengambil peran dalam mendorong kemajuan Kepulauan Riau.

Ketua PKC PMII Kepri, Arie Rahmardani Kurniawan, mengatakan Rakorda, PKL, dan PIW merupakan ruang strategis untuk menempa kader sekaligus menentukan arah gerakan organisasi ke depan.

“RAKORDA adalah kompas untuk menyatukan arah gerak PKC dan PC se-Kepri. PKL adalah ruang menempa kader agar memiliki kedalaman intelektual, spiritual, dan kultural. Sementara PIW menyiapkan kader pengajar yang menjadi garda terdepan kaderisasi di komisariat dan rayon,” ujarnya.

Ia menegaskan, di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, PMII tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai subjek perubahan.

“Kita membutuhkan kader yang kritis dalam berpikir, progresif dalam bergerak, dan berakhlak sebagai kader Ahlussunnah wal Jama’ah. Ikuti proses dengan sungguh-sungguh, jaga ukhuwah, dan bawa pulang ilmu serta semangat ini menjadi gerakan nyata di daerah masing-masing,” katanya.

Ketua Kaderisasi PKC PMII Kepri, Sahabat Rezki Nila Munanna, menyebut kaderisasi sebagai jantung organisasi. Menurutnya, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kuatnya proses kaderisasi.

“Ketika jantung kaderisasi berhenti berdetak, perlahan mati pula denyut gerakan organisasi. Menjaga kaderisasi berarti menjaga keberlangsungan organisasi dan memastikan perjuangan tetap hidup,” tegasnya.

Rezki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB PMII, PKC PMII Kepri, Mabinda, senior PMII, Pemerintah Provinsi Kepri, Dispora Kota Batam, keluarga besar NU, Cipayung Plus, KNPI, seluruh panitia, peserta, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian PKL, PIW, dan Rakorda Kaderisasi tersebut berlangsung hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat arah kaderisasi, meningkatkan kualitas kader dan instruktur, serta melahirkan gerakan PMII yang semakin relevan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kepulauan Riau. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *