Batam-(NagoyaPos.Com) –Bagi Safrizal Ganti Sitorus, yang akrab disapa Ucok Cantik, “anak kolong” bukan sekadar sebutan bagi putra-putri keluarga prajurit TNI Angkatan Darat yang tumbuh di lingkungan militer. Di dalam istilah itu, ia melihat persaudaraan, disiplin, kesederhanaan, loyalitas, dan kebersamaan.
“Semangat anak kolong tidak semata-mata berbicara tentang tempat seseorang tumbuh, tetapi juga tentang persaudaraan, disiplin, kesederhanaan, loyalitas dan kebersamaan yang terbentuk sejak masa kecil di lingkungan keluarga prajurit,” kata Ucok.
Nilai-nilai itulah yang hendak dibawa Ucok saat memimpin Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kepulauan Riau periode 2025-2030. Ia resmi dilantik sebagai ketua dalam acara di Hotel Planet Holiday, Jodoh, Batam, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pelantikan dilakukan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HIPAKAD Hariara Tambunan.
Ucok mengatakan pelantikan itu bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ia ingin menjadikannya sebagai awal untuk memperkuat kembali ikatan sesama anggota HIPAKAD.
“Satu Jiwa, Satu Korsa, Satu Komando,” kata Ucok, menegaskan prinsip yang akan menjadi semangat kepengurusannya.
Menurut dia, HIPAKAD Kepri perlu menjadi organisasi yang tertib dalam tata kelola, solid dalam internal, dan terbuka membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Ia juga ingin organisasi itu ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi awal baru untuk memperkuat kultur organisasi yang berperan aktif dalam pembangunan daerah, menjaga nilai pengabdian keluarga besar TNI AD, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju, berdaya, dan nasionalis,” ujarnya.
Ketua Umum DPP HIPAKAD Hariara Tambunan meminta pengurus baru tidak menjadikan HIPAKAD sekadar tempat berhimpun putra-putri keluarga TNI AD.
Menurut Hariara, organisasi tersebut perlu mengambil peran lebih luas di masyarakat, termasuk ikut memajukan daerah dan menjaga nilai kebangsaan.
“Saya minta HIPAKAD Kepri harus mampu mengambil peran yang lebih luas sesuai fungsinya, ikut memajukan daerah, menghargai keberagaman, serta memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” kata Hariara.
Ia menyebut amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan. Menurut dia, posisi tersebut merupakan kepercayaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
Hariara juga meminta HIPAKAD Kepri membangun komunikasi dengan berbagai unsur. TNI dan Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan disebut sebagai bagian dari jejaring yang perlu diperkuat.
“Bangun sinergi dan komunikasi yang baik dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dunia usaha serta organisasi kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
Pelantikan pengurus DPD HIPAKAD Kepri dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI-Polri. Di antaranya Ketua DPRD Kepri Iman Sutiwan, Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad.
Hadir pula Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto, dan Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yane Eka Putra.
Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha turut hadir, antara lain Ketua Kadin Kota Batam Romi Nasir Hutabarat serta Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, yang juga dipercaya sebagai Dewan Pengawas HIPAKAD Kepri.
Bagi Ucok, keberadaan HIPAKAD di Kepri bukan hanya soal mempertahankan hubungan keluarga besar prajurit. Organisasi itu juga diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi yang tumbuh dari keluarga TNI AD untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Semangat “anak kolong”, kata dia, akan menjadi salah satu pijakan untuk menjalankan amanah tersebut selama lima tahun ke depan. (*)
Reporter : RY














