<
Batam  

PWI Batam-IIBN Teken MoU, 10 Anggota Berkesempatan Dapat Beasiswa

PWI Batam dan IIBN Batam meneken MoU kerja sama bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Sebanyak 10 anggota PWI Batam mendapat kesempatan memperoleh beasiswa dengan besaran potongan hingga 100 persen.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam bersama Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di lantai 2 Kampus IIBN Batam Center, Kota Batam, Jumat (21/8/2026).

Salah satu poin utama dalam kerja sama tersebut yakni pemberian kesempatan beasiswa kepada 10 mahasiswa atau calon mahasiswa yang merupakan anggota PWI Batam. Besaran beasiswa bervariasi, mulai dari potongan 25 persen hingga pembebasan biaya pendidikan 100 persen.

Rektor IIBN Batam Dr Jontro Simanjuntak, SE, MM, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya insan pers.

Penerima pertama mendapatkan pembebasan 100 persen biaya awal pendaftaran dan biaya kuliah semester 1 hingga semester 7. Penerima kedua memperoleh potongan 75 persen.

Kemudian penerima ketiga dan keempat mendapatkan potongan 50 persen, penerima kelima dan keenam memperoleh potongan 30 persen, sedangkan penerima ketujuh hingga kesepuluh mendapatkan potongan 25 persen.

Potongan tersebut berlaku untuk biaya awal pendaftaran dan biaya kuliah semester 1 hingga semester 7 sesuai ketentuan program beasiswa.

“Kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Kampus IIBN Batam, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pengembangan media yang lebih baik dan mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar Jontro.

Ketua PWI Batam Muhamad A. Khafi Anshary mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan profesional.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan industri media yang semakin cepat membuat wartawan perlu terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan.

“Kemitraan ini diharapkan mampu menghasilkan penelitian berkualitas yang mendukung pengembangan pers nasional, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang lebih kompeten dalam menghadapi tantangan di dunia jurnalistik,” kata Khafi.

Ia mengapresiasi IIBN Batam yang memberikan kesempatan kepada anggota PWI Batam untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa tersebut.

Menurut Khafi, peningkatan kapasitas wartawan tidak hanya berdampak pada pengembangan karier, tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Selain beasiswa, ruang lingkup kerja sama PWI Batam dan IIBN Batam mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dunia usaha dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kedua pihak juga dapat mengembangkan program pendidikan dan penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kerja sama tersebut berlaku selama tiga tahun sejak penandatanganan MoU.

Bagi insan pers, kerja sama ini dinilai relevan di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku pembaca, hingga derasnya arus informasi menuntut wartawan memiliki kemampuan yang semakin beragam.

Tidak hanya kemampuan jurnalistik, wartawan juga dituntut memahami perkembangan teknologi, data, bisnis, hukum, serta tetap berpegang pada etika profesi.

IIBN Batam menyediakan sejumlah program studi jenjang sarjana, di antaranya S1 Bisnis Digital, S1 Kewirausahaan, S1 Sistem Informasi, dan S1 Hukum Bisnis.

Dengan adanya kerja sama tersebut, PWI Batam dan IIBN Batam berharap peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi itu juga diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi anggota PWI, mahasiswa, civitas akademika, serta masyarakat.

Peningkatan kompetensi wartawan pada akhirnya diharapkan ikut mendorong lahirnya karya jurnalistik yang semakin informatif, kritis, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *