<

BMKG Peringatkan Pulau Bintan, Cuaca Panas dan Kering Picu Risiko Karhutla

BMKG Peringatkan Pulau Bintan, Cuaca Panas dan Kering Picu Risiko Karhutla
Musim kemarau bisa memicu karhutla seperti yang terjadi di bukit jalan Trans Barelang, Sabtu (22/8/2026) (ilustrasi/dok polda kepri)

Bintan, Nagoyapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang relatif kering serta tiupan angin yang cukup kuat di sekitar Pulau Bintan dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi A. Anugrah, mengatakan masih terdapat pola belokan angin di sekitar Pulau Bintan. Namun, kelembapan udara pada lapisan atas atmosfer terpantau relatif rendah.

Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Perlu waspada potensi penyebaran titik panas (hotspot) yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” kata Robbi, Minggu (23/8).

Udara Kering dan Angin Kencang Tingkatkan Risiko Karhutla

Menurut Robbi, rendahnya kelembapan udara di lapisan atas atmosfer, ditambah kecepatan angin yang cukup kuat, membuat peluang terbentuknya awan hujan di Pulau Bintan menjadi lebih kecil.

Akibatnya, kondisi permukaan lahan berpotensi menjadi lebih kering. Jika terjadi sumber api, terutama melalui pembakaran terbuka, api dapat lebih mudah menyebar.

Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas pembakaran di lahan terbuka dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan apabila bertemu dengan vegetasi kering dan angin yang cukup kuat.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan menggunakan api.

Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala di area terbuka.

BMKG Minta Warga Segera Laporkan Jika Temukan Titik Api

Selain menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api di sekitar permukiman maupun kawasan lahan terbuka.

Jika menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran api,” ujar Robbi.

Tanjungpinang dan Bintan Diprediksi Lebih Panas dan Kering

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan secara umum cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

Namun, peluang hujan diperkirakan masih relatif rendah.

Tiupan angin yang cukup kuat di lapisan atmosfer lebih tinggi juga diperkirakan dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan konvektif signifikan, termasuk awan cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat.

“Peluang hujan diperkirakan masih relatif rendah sehingga cuaca cenderung lebih panas dan kering,” ujar Robbi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama di kawasan terbuka dan lahan dengan vegetasi yang mulai mengering.

Waspada Karhutla Selama Cuaca Kering

BMKG menekankan bahwa potensi karhutla tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca, tetapi juga aktivitas manusia.

Karena itu, menghindari pembakaran terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran selama periode cuaca panas dan kering.

Masyarakat Pulau Bintan diimbau tidak menunggu hingga kebakaran terjadi untuk bertindak. Setiap sumber api perlu diawasi dan segera dipadamkan setelah digunakan.

Dengan kondisi udara yang relatif kering dan angin yang cukup kuat, satu titik api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

BMKG mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu karhutla di Pulau Bintan. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *