Batam, Nagoyapos.com — Ketiadaan sekolah menengah atas (SMA) di Pulau Abang, Kota Batam, membuat belasan anak harus menghadapi pilihan sulit setelah lulus SMP: melanjutkan pendidikan atau membantu keluarga.
Setiap tahun, sekitar 30 siswa lulus dari SMP Negeri 24 Batam. Namun, sekitar 10 hingga 15 di antaranya disebut tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Sebagian anak memilih membantu orang tua melaut. Sementara lainnya membantu pekerjaan rumah atau usaha keluarga.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena akses pendidikan lanjutan di Pulau Abang masih terbatas. Hingga kini, wilayah tersebut belum memiliki SMA.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan akan mengecek terlebih dahulu jumlah murid dan kebutuhan guru sebelum menentukan langkah penyediaan layanan pendidikan tingkat SMA di Pulau Abang.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, Pemprov Kepri akan melakukan survei untuk melihat kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
“Kita akan survei, lihat dulu jumlah muridnya, jumlah gurunya, lalu nanti akan dipelajari,” kata Ansar seperti dikutip batampos, Senin (7/9/2026).
Selain itu, Ansar menyebut hingga kini belum ada usulan pembangunan gedung SMA di Pulau Abang.
“Belum ada usulan, nanti kita akan cek lagi,” sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu kondisi pendidikan di Pulau Abang sebelum menentukan langkah.
Ia mengakui Pulau Abang hingga kini belum memiliki SMA. Menurutnya, pemerintah telah membangun dua SMA di Kecamatan Galang.
Salah satunya SMA Negeri 30 Batam yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan Tanjung Banon ke depan.
“Kalau memang gitu kita lihat dulu. Bisa saja kelas jauh kita buka di sana, di Pulau Abang,” tambah Andi Agung.
Pernyataan tersebut membuka peluang penyediaan layanan pendidikan melalui kelas jauh sebagai salah satu opsi untuk menjawab kebutuhan pendidikan lanjutan di Pulau Abang.
Namun, Pemprov Kepri masih perlu melakukan pendataan lebih lanjut sebelum menentukan bentuk layanan yang paling sesuai dengan jumlah murid dan kebutuhan tenaga pendidik.
RM














