Batam, Nagoyapos.com – Kabar baik bagi para orang tua dan siswa baru di Kota Batam. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menargetkan pembagian sekitar 56 ribu paket seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta pada akhir September 2026.
Saat ini, proses pendataan penerima serta pengukuran ukuran seragam masih berlangsung di seluruh sekolah. Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum pengadaan dan penjahitan seragam dilakukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan pendataan baru bisa dilakukan setelah seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai.
“Setelah anak masuk sekolah baru kita data dan ukur ukurannya. Setelah kita tahu ukurannya, sambil kita lakukan proses lelang,” ujar Hendri.
Puluhan Ribu Seragam untuk SD dan SMP
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdik Batam menyiapkan:
* 26.334 set seragam nasional (merah putih)
* 26.334 set baju Melayu
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada siswa baru di 145 SD negeri dan 227 SD swasta di Kota Batam.
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) disiapkan:
* 26.501 set seragam nasional (biru putih)
* 26.501 set baju Melayu
Seragam itu akan diberikan kepada siswa baru di 65 SMP negeri dan 136 SMP swasta.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan lebih dari 52 ribu set seragam nasional dan 52 ribu set baju Melayu, sehingga total paket bantuan yang akan disalurkan mencapai sekitar 56 ribu paket sesuai jumlah siswa baru.
Dapat Seragam Nasional, Baju Melayu hingga Atribut Lengkap
Setiap siswa akan menerima dua jenis seragam, yakni seragam nasional dan pakaian Melayu.
Selain pakaian, paket bantuan juga dilengkapi berbagai perlengkapan sekolah, antara lain:
* Topi
* Dasi
* Kaus kaki
* Ikat pinggang
* Kain pinggang untuk siswa laki-laki
* Hijab untuk siswa perempuan
Dengan paket tersebut, para siswa diharapkan dapat langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan seragam.
Seragam Dijahit Sesuai Ukuran Siswa
Hendri memastikan pengadaan tahun ini tetap menggunakan sistem penjahitan berdasarkan ukuran masing-masing siswa, sehingga seragam yang diterima lebih nyaman dipakai.
“Seperti tahun lalu, prosesnya dijahit, bukan diambil per kodi-kodi begitu,” katanya.
Disdik Belajar dari Evaluasi Tahun Lalu
Disdik Batam juga melakukan sejumlah perbaikan berdasarkan evaluasi pelaksanaan program seragam gratis pada tahun sebelumnya.
Menurut Hendri, pada 2025 masih terdapat kelebihan produksi karena jumlah pengadaan mengacu pada data yang belum sepenuhnya sesuai dengan jumlah siswa baru yang akhirnya diterima di sekolah.
“Evaluasi dari tahun lalu, kita kelebihan jahit. Seragam yang tersisa kemudian kami distribusikan untuk kelas yang lebih tinggi. Tahun ini kami data dulu jumlah siswa baru, lalu kami lebihkan sekitar lima persen sebagai cadangan,” jelasnya. (R)














