<
Batam  

Krisis Air Tak Berujung, Warga Bengkong Sarmen Raya Siap Kepung ABH Batam

Ketetangan Photo : Pihak ABH Saat Rapat dengan Warga

Batam-(NagoyaPos.Com)-Krisis air bersih membuat warga Bengkong Sarmen Raya, RT 04/RW 05, Kecamatan Bengkong, Batam, mulai gerah. Sedikitnya 60 rumah disebut terdampak akibat suplai air yang tidak mengalir normal. Bahkan, warga mengaku dalam tiga bulan terakhir air tidak mengalir sama sekali.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga, warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Warga pun mendesak adanya solusi konkret dari pihak terkait.

Warga Bengkong Sarmen Raya, Habibi, mengatakan persoalan air sudah berlangsung lebih dari tiga tahun. “Awalnya air hanya mengalir dini hari dan sangat kecil. Tiga bulan terakhir malah mati total,” ujar Habibi.

Menurut Habibi, sebelum akhirnya tidak mengalir sama sekali, air biasanya hanya keluar sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB. Kondisi itu membuat warga harus begadang untuk menampung air. “Kerja saya jadi tidak fokus karena malamnya begadang,” katanya.

Tak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi tersebut juga menyulitkan warga ketika menghadapi situasi darurat. Habibi menyebut saat ada warga yang meninggal dunia, kebutuhan air untuk memandikan jenazah bahkan harus mengambil dari masjid di perumahan lain. “Untuk memandikan jenazah saja kami harus cari air dari tempat lain,” ujarnya.

Warga berharap distribusi air tangki dapat ditingkatkan sebagai solusi sementara. Sebab, suplai dua tangki yang selama ini diberikan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 60 rumah. “Kalau air belum normal, suplai tangki harus ditambah dan rutin,” kata Habibi.

Keluhan serupa disampaikan Ngadiman, warga lainnya. Ia mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penanganan gangguan air tersebut, bukan hanya bantuan air sesekali. “Kami hanya ingin air mengalir normal,” ujar Ngadiman.

Menurutnya, penambahan suplai air tangki diperlukan selama proses perbaikan jaringan belum selesai. Hal itu penting agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, terutama keluarga yang memiliki anak kecil. “Kalau masih diperbaiki, kami berharap ada solusi sementara,” katanya.

Selain meminta penambahan suplai air, warga juga meminta penyelesaian persoalan jaringan. Salah satu tuntutan mereka adalah pemindahan saluran meteran air dari Blok J1-J7, Blok K, Blok L dan Blok V yang sebelumnya berada di kawasan Bengkong Abadi untuk dipindahkan ke Bengkong Palapa.

Warga juga meminta anggota DPRD Batam, khususnya Komisi III, ikut turun tangan dengan memanggil pihak Air Batam Hilir (ABH) dan BP Batam untuk membahas persoalan tersebut. “Kami minta Komisi III ikut membantu menyelesaikan masalah ini,” kata Habibi.

Warga mengaku sebelumnya telah mengajukan audiensi dengan pihak ABH. Bahkan, pihak ABH disebut telah mendatangi warga. Namun, menurut warga, pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi maupun tindak lanjut sesuai tuntutan yang disampaikan.

Karena persoalan tak kunjung menemukan jalan keluar, warga kini mengancam menggelar aksi demonstrasi. Mereka berencana menyampaikan aspirasi ke kantor BP Batam dan Kantor Wali Kota Batam apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti. “Kalau tidak diindahkan, kami akan demo,” tegas Habibi.

Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap pelayanan air bersih di kawasan tersebut. Mereka berharap persoalan dapat segera diselesaikan melalui percepatan perbaikan jaringan maupun peningkatan distribusi air tangki selama kondisi belum normal. “Kami tidak minta macam-macam. Kami cuma ingin air normal,” pungkas Ngadiman.

Warga berharap persoalan suplai air di Bengkong Sarmen Raya tidak terus berlarut. Mereka meminta pihak terkait segera memberikan kepastian dan solusi agar kebutuhan dasar puluhan keluarga di kawasan tersebut kembali terpenuhi. (*)

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *