<
Batam  

Krisis Air Raya Mulai Teratasi, Distribusi Air Bengkong Sarmen Raya Diperkuat

Proses penggalian pipa ABH di Bengkong Sarmen Raya, RT 04/RW 05, Kecamatan Bengkong.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Penantian panjang warga Bengkong Sarmen Raya, RT 04/RW 05, Kecamatan Bengkong, terkait persoalan air bersih mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun menghadapi gangguan distribusi, warga kini mulai merasakan perbaikan aliran air menyusul tindak lanjut Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Batam.

Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan yakni penguatan jaringan melalui pemasangan pipa baru berukuran 110 milimeter dan 63 milimeter. Penguatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan suplai sekaligus memperlancar distribusi air ke permukiman warga.

Sekretaris Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kepri, Habibi, yang menginisiasi RDP bersama Komisi III DPRD Batam, menyampaikan apresiasi atas tindak lanjut yang dilakukan setelah pertemuan dengan warga. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komisi III DPRD Kota Batam yang telah bergerak cepat menindaklanjuti keluhan dan tuntutan warga. Hasil RDP pada 9 dan 14 September 2026 benar-benar ditindaklanjuti dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Habibi.

“Alhamdulillah siang ini air sudah mengalir pelan. Sudah puluhan tahun baru sekarang dalam sejarah air bisa mengalir pada siang hari. Biasa malam hari saja.
Patut kami apresiasi Komisi III dan janjinya Direktur SPAM Batam untuk warga Bengkong Sarmen Raya yang telah ditepati,” ujar Habibi, menambahkan.

Persoalan air tersebut sebelumnya menjadi keluhan serius warga. Sedikitnya 60 rumah di RT 04/RW 05 terdampak gangguan distribusi. Warga mengaku kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan dalam tiga bulan terakhir aliran air bahkan disebut mati total. Sebelumnya, air hanya mengalir pada dini hari dengan debit yang sangat kecil, sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, sehingga warga harus berjaga untuk menampung air.

Untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama proses penguatan jaringan berlangsung, distribusi air menggunakan mobil tangki juga ditingkatkan. Saat ini, sebanyak enam tangki air per hari disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak.

Bagi masyarakat, langkah tersebut menjadi kabar yang melegakan. Warga yang sebelumnya harus mengatur aktivitas rumah tangga berdasarkan waktu keluarnya air kini mulai merasakan perubahan. Air yang akan kembali lebih lancar akan membuat pekerjaan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan mandi, dapat dilakukan dengan lebih tenang.

“Kami tentu sangat bersyukur dan senang karena air akan mulai lancar. Karena selama ini kami memang benar-benar kesulitan. Harus menunggu air keluar, bahkan pernah harus mencari air ke tempat lain. Sekarang setidaknya sudah ada kepastian dan kami berharap kondisi ini terus membaik sampai benar-benar normal,” ujar Ani salah seorang warga.

Romi, warga lainnya juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mengawal persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan ini menunjukkan bahwa keluhan masyarakat yang disampaikan melalui jalur resmi dapat ditindaklanjuti menjadi solusi nyata.

“Kami berterima kasih kepada Komisi III, GPN dan semua pihak yang sudah membantu menyuarakan persoalan ini. Mudah-mudahan pemasangan pipa baru dan distribusi tangki ini bisa membuat air benar-benar normal, sehingga kami tidak lagi mengalami kesulitan seperti sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, Arlon Veristo menyatakan Komisi III DPRD Batam akan menindaklanjuti persoalan tersebut bersama pihak terkait. Komisi III juga disebut telah menghubungi PT Air Batam Hilir (ABH) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kemudian turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak.

Arlon menegaskan bahwa persoalan air bersih tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. “Harapan kita ABH dan SPAM bisa menepati janjinya kepada masyarakat, meningkatkan layanan mereka agar distribusi air ke masyarakat terpenuhi. Dan kita DPRD Batam harus memperjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Arlon.

Dengan adanya penguatan jaringan melalui pipa berukuran 110 mm dan 63 mm serta distribusi enam tangki air setiap hari, kebutuhan air bersih sekitar 60 rumah warga Bengkong Sarmen Raya diharapkan dapat terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.

Bagi warga, kelancaran distribusi air bukan sekadar persoalan fasilitas pelayanan. Air merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, warga berharap penguatan jaringan yang dilakukan saat ini menjadi solusi berkelanjutan dan pelayanan air di kawasan tersebut dapat kembali normal sepenuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *