Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menunjukkan tren memburuk pada Rabu (28/10/2026) pagi. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 117 berdasarkan pembaruan data pemantauan pukul 08.41 WIB.
Angka tersebut meningkat dibandingkan pemantauan pukul 07.41 WIB yang mencatat AQI sebesar 99. Kenaikan ini membuat kualitas udara Batam masuk kategori buruk menurut klasifikasi yang ditampilkan dalam data pemantauan tersebut.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 juga meningkat dari 35 menjadi 42 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, kadar PM10 tercatat sebesar 52 µg/m³.
Perubahan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap paparan polusi udara.
AQI Batam Naik, PM2.5 Capai 42 µg/m³
Data pemantauan kualitas udara real-time menunjukkan sejumlah polutan terdeteksi di udara Batam pada Rabu pagi.
Berikut rincian kualitas udara Batam berdasarkan pembaruan pukul 08.41 WIB:
* AQI: 117
* Kategori: Buruk, sesuai klasifikasi pada sumber pemantauan
* PM2.5: 42 µg/m³
* PM10: 52 µg/m³
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikulat ini berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada orang yang sensitif terhadap polusi udara.
PM2.5 Batam 2,8 Kali di Atas Pedoman WHO
Konsentrasi PM2.5 di Batam mencapai 42 µg/m³. Angka ini sekitar 2,8 kali dari nilai 15 µg/m³ yang menjadi acuan pembanding berdasarkan pedoman kualitas udara WHO untuk rata-rata 24 jam.
Perbandingan tersebut perlu dipahami secara tepat karena data pemantauan saat ini merupakan pengukuran sesaat, sedangkan pedoman WHO menggunakan periode rata-rata tertentu.
Masyarakat yang sensitif terhadap polusi, termasuk penderita asma dan gangguan pernapasan, sebaiknya memperhatikan kondisi udara serta mengurangi paparan apabila mengalami keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.
Tips Mengurangi Paparan Polusi Udara
Masyarakat Batam dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan polusi udara, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:
1. Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan jika udara terasa tidak nyaman.
2. Memantau pembaruan AQI sebelum beraktivitas di luar rumah.
3. Menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikulat ketika diperlukan.
4. Menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan.
5. Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat atau gejala serius lainnya.
Masyarakat diimbau tidak hanya melihat angka AQI, tetapi juga memperhatikan gejala yang muncul dan perkembangan data kualitas udara sepanjang hari.
Catatan: Data dalam berita ini mengacu pada pemantauan kualitas udara Batam yang diperbarui Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.41 WIB. Angka AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah sewaktu-waktu.
RM














