Batam, Nagoyapos.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 untuk rute laut Belawan–Batam diprediksi terjadi dalam dua gelombang besar. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memperkirakan lonjakan tertinggi akan terjadi pada Senin, 30 Maret 2026.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan bahwa gelombang pertama pada Selasa (24/3) masih relatif landai. Namun, peningkatan signifikan jumlah penumpang diprediksi terjadi pada gelombang kedua.
“Besok belum terlalu ramai. Puncaknya kemungkinan Senin depan, karena setelah itu kapal berikutnya baru tiba di bulan April,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelni memastikan seluruh kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal masa mudik. Tim satuan tugas (satgas) juga terus disiagakan guna menjamin kelancaran dan keamanan pelayanan penumpang.
“Seluruh tim satgas masih tetap bekerja untuk memfasilitasi seluruh penumpang yang tiba di Batam,” tambahnya.
Sebelumnya, arus mudik melalui Pelabuhan Batu Ampar mencapai puncaknya pada Kamis (19/3). Saat itu, sebanyak 3.634 penumpang diberangkatkan menuju Belawan menggunakan kapal KM Kelud.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode mudik Lebaran tahun ini. Sementara itu, pada hari yang sama, KM Kelud juga tiba di Batam dari Jakarta dengan membawa 1.741 penumpang.
Sejak pagi, suasana di terminal penumpang Batu Ampar dipenuhi calon pemudik dengan berbagai barang bawaan, mulai dari koper hingga kardus. Meski terjadi kepadatan, arus pergerakan penumpang tetap berjalan tertib berkat pengawasan petugas pelabuhan dan aparat keamanan.
Edwin memastikan seluruh proses embarkasi dan debarkasi selama periode mudik berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, selama arus mudik tahun ini semuanya berjalan lancar, baik dari sisi operasional kapal maupun pengaturan penumpang di pelabuhan,” tutupnya.
Dengan prediksi lonjakan arus balik pada akhir Maret, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan. (r)














