<

Batam Diserbu Pendatang, Tapi Pengangguran Justru Turun! Ini Jurus Jitu Amsakar

pengangguran Batam 2026, TPT Batam terbaru, Amsakar Achmad, wali kota Batam, strategi Pemko Batam tekan pengangguran
Wali Kota Amsakar punya jurus jitu menekan angka pengangguran (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Kabar baik datang dari Batam. Di tengah derasnya arus pendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Batam justru berhasil menekan angka pengangguran secara signifikan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan strategi jitu tersebut dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Rabu (1/4/2026).

Dalam presentasinya, Amsakar mengungkapkan bahwa Batam dengan luas 1.020,28 km² dan terdiri dari 454 pulau kini dihuni oleh 1,39 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan dan 64 kelurahan.

Di bawah kepemimpinannya, performa ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen di tahun 2025.

Tak hanya itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

“Penurunan ini menjadi bukti bahwa strategi yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil nyata,” ujar Amsakar.

Namun, tantangan besar masih membayangi. Batam kini masuk dalam lima besar daerah dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, sejajar dengan kota-kota besar seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bandung.

Data tahun 2025 mencatat sebanyak 49.009 penduduk masuk ke Batam, sementara 31.353 orang keluar, sehingga terdapat lonjakan bersih (net migrasi) sebesar 17.656 jiwa.

Lonjakan ini berdampak langsung pada persaingan kerja yang semakin ketat. Menurut Amsakar, salah satu persoalan utama adalah kesenjangan keterampilan (skill gap) antara pencari kerja dengan kebutuhan industri, terutama di era transformasi digital.

Tiga Strategi Utama

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemko Batam menerapkan tiga strategi utama, yakni perencanaan tenaga kerja berbasis kebutuhan masa depan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan dan sertifikasi, serta percepatan penempatan tenaga kerja melalui berbagai program bursa kerja.

Program ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, melibatkan dunia usaha, lembaga pendidikan vokasi, perguruan tinggi, hingga Balai Latihan Kerja (BLK) dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Amsakar optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan industri, Batam tidak hanya mampu menekan angka pengangguran, tetapi juga mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat global.

“Batam harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *