Batam  

Batam Siaga Hantavirus! Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus, Pengawasan Pelabuhan dan Bandara Diperketat

Batam Siaga Hantavirus! Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus, Pengawasan Pelabuhan dan Bandara Diperketat
Sampai saat ini Dinkes Batam belum menemukan adanya Hantavirus di Batam (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Kota Batam memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau. Meski demikian, pengawasan dan pemantauan terus diperketat menyusul munculnya laporan kasus hantavirus di Singapura.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan melalui sistem kewaspadaan dini penyakit milik pemerintah.

Example 300x600

“Untuk sementara belum ada laporan terkait hantavirus di Batam. Pemantauan terus dilakukan melalui EWARS dan SKDR,” ujar Didi, Selasa (12/5/2026).

EWARS atau Early Warning Alert and Response System merupakan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi kejadian penyakit menular. Sementara SKDR adalah Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons yang digunakan secara nasional untuk memantau perkembangan kasus penyakit.

Menurut Didi, Dinas Kesehatan Batam juga terus berkoordinasi dengan seluruh fasilitas layanan kesehatan guna memastikan tidak ada temuan kasus yang mengarah pada hantavirus.

Selain itu, koordinasi turut dilakukan bersama pihak karantina kesehatan di pintu masuk wilayah Batam seperti pelabuhan dan bandara.

“Dinas Kesehatan melakukan pengawasan kasus di dalam wilayah Batam, sedangkan pihak karantina melakukan pengawasan di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara,” katanya seperti dilansir mediaindonesia, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan pihaknya tidak main-main dalam menangani potensi penyebaran penyakit menular, termasuk hantavirus yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

“Semua tetap kami awasi dan tindak lanjuti. Kami tidak main-main dalam persoalan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Tentang Hantavirus

Hantavirus sendiri dikenal sebagai penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.

Meski belum ditemukan kasus di Batam, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi penyebaran dari luar daerah maupun luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, memastikan aktivitas pariwisata di Batam hingga kini masih berjalan normal.

Ia menyebut kunjungan wisatawan, khususnya dari Singapura, belum mengalami penurunan signifikan meski sebelumnya dilaporkan terdapat dua kasus hantavirus di negara tersebut.

“Untuk kunjungan wisatawan dari Singapura sejauh ini masih normal dan belum ada pengaruh signifikan,” ujar Ardiwinata.

Pemerintah juga terus melakukan pengawasan di seluruh pintu masuk untuk memantau penumpang maupun barang yang datang dari luar daerah dan luar negeri demi mencegah potensi penyebaran penyakit.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *