Batam-(NagoyaPos.Com) – International Organization for Migration (IOM) menggelar pelatihan tentang hak perlindungan pengungsi dan mekanisme rujukan bagi pengungsi di Kota Batam. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman serta koordinasi antarinstansi dalam memberikan perlindungan yang sesuai dengan ketentuan hukum nasional maupun internasional.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Aston Inn Gideon, Lubuk Baja, Kamis (11/6), diikuti oleh berbagai unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), organisasi masyarakat, hingga lembaga internasional yang terlibat dalam penanganan pengungsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung, bersama perwakilan IOM pusat dan IOM Batam hadir dalam kegiatan tersebut. Turut serta perwakilan instansi terkait seperti Disdukcapil, Dinas Tenaga Kerja, DP3AP2KB, Satpol PP, UPTD PPA, kecamatan, kelurahan, serta jajaran kepolisian.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kerangka perlindungan pengungsi, mulai dari hukum internasional, regulasi nasional, hingga mekanisme penanganan dan perlindungan kelompok rentan.
Peserta juga mengikuti sesi interaktif bertajuk Walking in Refugees’ Shoes yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai tantangan dan kondisi yang dihadapi para pengungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, materi pelatihan juga membahas isu kekerasan berbasis gender, perlindungan kelompok rentan, serta pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual (Prevention of Sexual Exploitation and Abuse/PSEA).
Perwakilan IOM menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam mengidentifikasi persoalan perlindungan pengungsi, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mendorong penerapan pendekatan berbasis hak dalam pengelolaan pengungsi di daerah.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok dan pemetaan berbagai persoalan yang berkembang di lapangan. Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan rencana aksi bersama guna memperkuat sistem perlindungan pengungsi yang lebih efektif dan terintegrasi di Kota Batam.
Pelatihan berlangsung aman dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi internasional, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada para pengungsi yang berada di Batam. (*)
Reporter : RY














