<

Heboh! Diduga 1.495 Data Pendaftar SPMB Batam Bocor, KK hingga Akta Kelahiran Terancam Tersebar

Heboh! Diduga 1.495 Data Pendaftar SPMB Batam Bocor, KK hingga Akta Kelahiran Terancam Tersebar
Muncul postingan di platfom X, ada data SPMB Batam sudah bocor (tangkapan layar)

Batam, Nagoyapos.com – Dugaan kebocoran data kembali menggemparkan Kota Batam. Kali ini, sebanyak 1.495 data pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Batam diduga mengalami kebocoran setelah sebuah akun di media sosial X mengklaim berhasil mengakses dokumen pribadi milik calon peserta didik.

Data yang diduga bocor tersebut disebut mencakup dokumen sensitif seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran para pendaftar.

Dugaan ini mencuat pada Senin (15/6/2026) setelah akun anonim di platform X mengunggah klaim mengenai adanya celah keamanan serius pada portal SPMB Kota Batam.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut portal SPMB Batam memiliki kerentanan keamanan jenis Insecure Direct Object Reference (IDOR), yakni celah yang memungkinkan pihak tidak berwenang mengakses dokumen pengguna secara ilegal.

“Target: Portal SPMB Batam, Vulnerability: IDOR (Insecure Direct Object Reference), Impact: 1,495 Personal Documents Exposed,” tulis akun tersebut.

Tak hanya itu, akun tersebut juga mengklaim telah mengakses ratusan file data pribadi sebagai bukti dugaan kebocoran.

“A total of 445 full data files have been dumped as a Proof of Concept (PoC). Identity Data: Family Cards, National IDs, Child IDs, Birth,” tulis akun tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan apakah data benar-benar telah dicuri atau diakses pihak tidak berwenang.

“Jadi begini, itu kan masih dugaan. Belum bisa dipastikan apakah data tersebut sudah diambil,” kata Rudi saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Pemkot Batam Gandeng Tim Siber dan BSSN

Merespons dugaan serangan siber tersebut, Pemerintah Kota Batam langsung bergerak cepat dengan melibatkan tim keamanan siber terpadu yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menurut Rudi, tim saat ini sedang melakukan investigasi teknis, termasuk melacak alamat IP yang diduga digunakan pelaku peretasan.

“Itu pekerjaan orang terlatih, jadi kita respons dengan orang terlatih juga. Kita punya tim terpadu, tim siber yang bekerja sama dengan BSSN,” ujarnya.

Pihaknya juga tengah menelusuri apakah dugaan serangan tersebut berasal dari luar Batam, luar daerah, bahkan kemungkinan dari luar negeri.

“Nanti akan dilacak IP address orang yang mencuri data, apakah dari luar negeri, luar Batam, itu nanti akan dilacak lokasinya di mana,” katanya.

Pemkot Siapkan Mitigasi, Orang Tua Diminta Tidak Panik

Selain melakukan investigasi, Pemkot Batam juga menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan data pribadi para pendaftar.

Pemkot berencana menyurati sejumlah instansi terkait, mulai dari perbankan, instansi kependudukan, perpajakan, hingga lembaga lain agar memperketat verifikasi terhadap penggunaan data identitas yang diduga telah terekspos.

Rudi meminta setiap transaksi, permohonan layanan, maupun pengajuan administrasi yang menggunakan data tersebut dilakukan cross check secara ketat kepada pemilik data.

“Harus dilakukan verifikasi ulang karena data tersebut diduga sudah dikuasai orang luar,” tegasnya.

Meski demikian, Pemkot Batam memastikan portal SPMB tetap berjalan normal dan masyarakat tetap dapat melakukan proses pendaftaran sekolah.

Rudi mengungkapkan, pihaknya juga menemukan adanya 14 kali percobaan peretasan terhadap aplikasi SPMB Batam sebelum isu ini mencuat ke publik.

“Memang ada 14 kali percobaan meretas aplikasi itu dan kita sudah lakukan pengecekan, lokasinya di mana, IP address-nya di mana, dan tujuannya apa,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya orang tua calon peserta didik, agar tidak panik berlebihan dan tetap melanjutkan proses pendaftaran anak-anak mereka.

“Kita berharap orang tua siswa tidak gamang dan khawatir berlebihan. Teruskan pendaftaran anak-anaknya sembari kita menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *