Batam-(NagoyaPos.Com) – Puskesmas Sekupang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang kini menjadi andalan adalah program Halo Sekupang, sebuah podcast kesehatan yang menghadirkan berbagai informasi dan edukasi kesehatan dari tenaga kesehatan maupun narasumber ahli.
Kepala Puskesmas Sekupang, Indriani Ningsih, mengatakan program tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan tenaga kesehatan lebih aktif memberikan penyuluhan mengenai berbagai isu kesehatan.
Menurut Indriani, pada awalnya masyarakat berharap tenaga kesehatan dari puskesmas dapat lebih sering hadir di stasiun radio untuk memberikan edukasi kesehatan. Namun, seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan perkembangan platform digital, Puskesmas Sekupang memilih menghadirkan ruang podcast sendiri yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Awalnya masyarakat meminta tenaga kesehatan sering memberikan edukasi kesehatan melalui media. Kemudian kami melihat perkembangan media sosial yang semakin pesat, sehingga Puskesmas Sekupang membentuk ruang podcast sendiri lengkap dengan peralatannya untuk berbagi informasi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Indriani.
Ia menjelaskan, program Halo Sekupang diproduksi secara rutin dua kali dalam sebulan. Setiap episode menghadirkan topik-topik kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, program kesehatan pemerintah, pemeriksaan kesehatan gratis, kesehatan keluarga, hingga pola hidup sehat.
Podcast tersebut dipublikasikan melalui berbagai platform digital milik Puskesmas Sekupang, seperti YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan website resmi puskesmas.
“Podcast lengkap kami tayangkan di YouTube. Sementara potongan-potongan videonya kami bagikan melalui TikTok dan media sosial lainnya agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Melalui media sosial tersebut, masyarakat juga dapat berinteraksi secara langsung dengan tenaga kesehatan. Berbagai pertanyaan yang disampaikan melalui kolom komentar maupun pesan di media sosial akan dijawab oleh tim Puskesmas Sekupang sebagai bagian dari layanan edukasi kesehatan.
“Di TikTok misalnya, banyak masyarakat yang bertanya tentang kesehatan. Pertanyaan itu kami jawab sehingga terjadi komunikasi dua arah. Jadi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjadi ruang konsultasi dan diskusi ringan bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam penyajian materi, Puskesmas Sekupang tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan internal. Sejumlah narasumber dari luar juga mulai dilibatkan untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Halo Sekupang menghadirkan dokter spesialis gizi klinik sekaligus dosen dari Universitas Internasional Batam (UIB), dr. Beatrice, yang membahas berbagai isu kesehatan dan gizi. Ke depan, program tersebut juga akan menghadirkan perwakilan dari BKKBN dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional untuk membahas kesehatan keluarga dan keluarga berencana.
Selain itu, sejumlah topik yang menjadi perhatian masyarakat seperti tuberkulosis (TB), kesehatan ibu dan anak, gizi, stunting, serta pencegahan berbagai penyakit juga menjadi materi rutin yang dibahas dalam podcast tersebut.
Indriani berharap kehadiran Halo Sekupang dapat menjadi sumber informasi kesehatan yang terpercaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Dengan informasi yang mudah diakses dan disampaikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungannya,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, Puskesmas Sekupang optimistis edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. (*)
Reporter : RY














