Batam, Nagoyapos – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Forum tahunan yang diikuti 93 dari 98 pemerintah kota se-Indonesia ini menjadi ajang strategis memperkuat sinergi sekaligus merumuskan solusi menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
Dalam rapat pleno yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026), para wali kota saling bertukar pengalaman dan berbagi praktik terbaik mengenai inovasi pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), pemanfaatan aset daerah, hingga pembiayaan pembangunan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Pada Seminar Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah yang menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi daerah saat ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan integrasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, hingga organisasi nonpemerintah agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Agenda besar nasional tidak akan berjalan maksimal jika setiap pihak bergerak sendiri-sendiri. Diperlukan integrasi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, pers, hingga organisasi nonpemerintah,” ujar Amsakar.
Tinggalkan Ego Sektoral
Amsakar menilai tantangan pembangunan daerah semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas organisasi.
Karena itu, ia mendorong APEKSI memperkuat sinergi dengan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) agar aspirasi pemerintah daerah memiliki daya dorong yang lebih kuat di tingkat nasional.
“Sudah saatnya ego sektoral ditinggalkan. Kita memerlukan langkah kolektif agar berbagai solusi yang dirumuskan tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diwujudkan,” tegasnya.
AHY: Kota Tangguh Fondasi Indonesia Maju
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi menutup Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa kota-kota yang tangguh merupakan fondasi utama bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, pembangunan perkotaan harus dibangun melalui sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kami ingin membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kota-kota yang tangguh akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia,” kata AHY.
Ia menjelaskan bahwa kawasan perkotaan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari urbanisasi, kepadatan penduduk, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, didukung riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi harus terus diperkuat untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
AHY juga berharap APEKSI terus menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi, dan menghadirkan solusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan di masa depan.
Risman














