Batam-(NagoyaPos.Com) – Stadion Azteca yang dipenuhi lebih dari 80 ribu suporter Meksiko berubah sunyi. Harapan publik tuan rumah untuk melihat El Tri melangkah ke perempat final pupus setelah Inggris tampil lebih efektif dan memenangkan duel dramatis dengan skor 3-2.
Dukungan penuh publik ternyata belum cukup mengantar Meksiko melangkah lebih jauh. Inggris justru menunjukkan wajah baru yang lebih dinamis, agresif, dan matang dibandingkan penampilan mereka di turnamen-turnamen sebelumnya.
Duet Jude Bellingham dan Harry Kane menjadi pembeda. Dalam rentang dua menit, Inggris mengguncang Azteca. Pada menit ke-36, Bellingham memanfaatkan umpan Bukayo Saka untuk membawa Three Lions unggul. Dua menit berselang, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan Harry Kane.
Meksiko sempat bangkit menjelang turun minum. Julián Quiñones memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42 melalui bola liar di dalam kotak penalti sehingga babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk Inggris.
Drama berlanjut pada babak kedua. Inggris harus bermain dengan 10 orang setelah Jarell Quansah menerima kartu merah usai wasit meninjau VAR pada menit ke-54.
Meski kalah jumlah pemain, Inggris tetap mampu tampil efektif. Enam menit kemudian Anthony Gordon dijatuhkan di kotak penalti dan Harry Kane sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor untuk membawa Inggris unggul 3-1.
Meksiko belum menyerah. Raúl Jiménez kembali membangkitkan harapan publik tuan rumah setelah mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-69.
Sisa pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Meksiko terus menekan, sementara Inggris bertahan disiplin. Tambahan waktu 11 menit membuat pertandingan semakin menegangkan, tetapi sejumlah penyelamatan Jordan Pickford memastikan keunggulan Inggris tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Laga ini juga diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit Alireza Faghani. Kartu merah untuk Quansah serta dua hadiah penalti memunculkan perdebatan, meski seluruh keputusan telah dikonfirmasi melalui VAR.
Terlepas dari kontroversi tersebut, efektivitas menjadi pembeda. Meksiko lebih banyak menguasai permainan dan menciptakan peluang, tetapi Inggris tampil jauh lebih klinis. Setiap kesempatan dimanfaatkan secara maksimal melalui kualitas individu Bellingham dan Kane.
Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mereka telah berkembang menjadi tim yang lebih matang, tenang, dan mampu menghadapi tekanan besar. Sementara bagi Meksiko, kekalahan di hadapan pendukung sendiri menjadi akhir yang pahit. (*)
Reporter : RY














