<
Batam  

Mengejutkan! Batam Tak Masuk 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Sumatra, Ini Respons Pemko

Mengejutkan! Batam Tak Masuk 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Sumatra, Ini Respons Pemko
Kota Batam tidak masuk dalam 10 besar kota dengan Indeks Daya Saing Daerah tertinggi di Sumatera (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan evaluasi menyeluruh setelah Kota Batam tidak masuk dalam daftar 10 besar kota dengan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tertinggi di Pulau Sumatra tahun 2025.

Padahal selama ini Batam dikenal sebagai salah satu pusat industri, investasi, dan perdagangan internasional yang memiliki status Free Trade Zone (FTZ) serta menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan pihaknya bersama Wali Kota Batam tengah membahas hasil pemeringkatan tersebut untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Batam belum mampu menembus 10 besar.

“Kami sedang rapat bersama Pak Wali membahas hal itu. Nanti akan kami evaluasi dan cari penyebabnya,” ujar Tri Wahyu, kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Medan Peringkat Pertama, Tanjungpinang Masuk Enam Besar

Berdasarkan hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, Kota Medan menjadi kota paling berdaya saing di Pulau Sumatra dengan nilai indeks 4,32.

Posisi berikutnya ditempati:

1. Medan – 4,32
2. Padang – 4,25
3. Pekanbaru – 4,23
4. Palembang – 4,23
5. Metro – 4,19
6. Tanjungpinang – 4,17

Sementara itu, Batam tidak tercantum dalam daftar 10 besar, meski selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan investasi terbesar di Indonesia.

Batam Kuat di Ekonomi, Mengapa Daya Saing Tertinggal?

Tri Wahyu mengakui hasil tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, capaian ekonomi Batam selama ini cukup positif. Kota ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjadi tujuan utama investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), serta memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas.

Namun, indikator tersebut ternyata belum otomatis membuat Batam memperoleh nilai daya saing yang tinggi.

“Kami masih mempelajari kenapa ini terjadi,” katanya.

IDSD Tidak Hanya Menilai Ekonomi

Pemeringkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukur lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi.

Penilaian juga mencakup berbagai indikator strategis, antara lain:

1. Kualitas kelembagaan pemerintahan.
2. Infrastruktur daerah.
3. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
4. Stabilitas ekonomi.
5. Kesehatan masyarakat.
6. Keterampilan tenaga kerja.
7. Kondisi pasar tenaga kerja.
8. Sistem keuangan.
9. Ukuran pasar.
10.Dinamika dunia usaha.
11.Kapasitas inovasi daerah.

Dengan kata lain, daerah yang memiliki investasi tinggi belum tentu memperoleh nilai daya saing terbaik apabila indikator lainnya belum optimal.

Pemko Batam Siapkan Langkah Perbaikan

Tri Wahyu menegaskan hasil IDSD 2025 akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Kota Batam dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.

Pihaknya akan memetakan indikator mana yang masih tertinggal dibandingkan kota-kota lain di Sumatra, kemudian menyusun strategi perbaikan agar Batam mampu meningkatkan daya saing pada pemeringkatan berikutnya.

Evaluasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Batam sebagai kota industri dan investasi, tetapi juga meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, inovasi, sumber daya manusia, serta infrastruktur pendukung agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun regional. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *