<
Batam  

Tiga Dekade di Batam, KBKK Rawat Persaudaraan dan Marwah Melayu

Ketua Umum KBKK Kota Batam Darwizar bersama jajaran LAM Kecamatan Batam Kota dan keluarga besar KBKK saat mengikuti silaturahmi sekaligus pembagian sembako di Ocean Seafood, KBC, Batam Centre, Minggu (9/8).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Tiga dekade tumbuh di tanah rantau membuat Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) Kota Batam tak ingin sekadar menjadi wadah berkumpul. Dengan sekitar 8.000 kepala keluarga dan kepengurusan yang telah terbentuk di 12 kecamatan, organisasi ini ingin menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat sekaligus menjaga marwah Melayu di Batam.

Pesan itu mengemuka dalam silaturahmi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota bersama KBKK Kota Batam di Ocean Seafood, KBC, Batam Centre, Minggu (9/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kepedulian diwujudkan melalui pembagian sembako kepada warga KBKK dari Kecamatan Batam Kota, Batu Ampar dan Bengkong. Namun, bagi Ketua Umum KBKK Kota Batam, Darwizar, kegiatan itu hanyalah salah satu bentuk dari semangat yang ingin terus dibangun.

“Acara ini tidak akan berhenti sampai di sini. Kita akan tetap lanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain,” ujar Darwizar.

Menurutnya, KBKK saat ini telah memiliki pengurus di 12 kecamatan. Dengan jumlah sekitar 8.000 KK, potensi tersebut menjadi modal besar untuk mempererat hubungan antarsesama sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Insya Allah bulan depan atau paling lambat Oktober, kita akan adakan di Kecamatan Nongsa dan Sungai Beduk. Untuk Galang dan Bulang, mungkin kita bikin acara tersendiri,” katanya.

Darwizar menilai, kekuatan KBKK tidak semata-mata terletak pada jumlah anggotanya. Yang lebih penting adalah bagaimana kebersamaan tersebut mampu melahirkan gagasan dan gerakan yang memperkuat kehidupan sosial serta kebudayaan Melayu di Kota Batam.

“Kita akan terus bersama-sama bermusyawarah, bercakap-cakap, berbincang-bincang. Kita satukan ide-ide yang bagus supaya marwah Melayu di Kota Batam ini semakin hebat,” katanya.

Melayu Tak Perlu Dibeda-bedakan

Darwizar juga mengingatkan agar perbedaan latar belakang tidak menjadi sekat di antara masyarakat Melayu.

Menurutnya, Melayu daratan maupun Melayu Kepulauan Riau memiliki akar persaudaraan yang sama. Ia bahkan mengenang masa mudanya ketika perbedaan asal daerah sempat menjadi bahan saling mengejek.

Kini, hal tersebut menurutnya harus ditinggalkan.

“Bahwa Melayu Daratan ataupun Melayu Kepulauan Riau itu sama. Saya harap kawan-kawan semua jangan membeda-bedakan lagi,” tegasnya.

Ia menilai persaingan justru harus diarahkan pada hal-hal positif.

“Kalau bersaing, bersaing dalam kebaikan itu bagus. Kita akan kuatkan Melayu di Kota Batam ini,” ujarnya.

Semangat tersebut juga menjadi alasan KBKK menyatakan kesiapan untuk berjalan bersama LAM Kota Batam.

“KBKK siap menjadi garda terdepan di Lembaga Adat Melayu Kota Batam. Kalau diminta. Tak diminta pun kita akan masuk ke situ,” kata Darwizar, disambut tepuk tangan.

Sementara itu, Ketua LAM Kecamatan Batam Kota, Dato’ H. Wan Gamalyardi, menempatkan pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Bagi LAM dan KBKK, keberadaan organisasi tidak cukup hanya terlihat ketika ada kegiatan formal. Kehadiran di tengah masyarakat, saling membantu dan membangun ruang silaturahmi menjadi cara untuk menjaga hubungan antarsesama tetap hidup.

Tiga Dekade dan Terus Bergerak

Semangat itu sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang KBKK di Batam.

Darwizar mengatakan, KBKK baru saja melaksanakan Mubes ke-6 dan dirinya dipercaya kembali memimpin organisasi tersebut. Jika satu periode kepengurusan berlangsung lima tahun, enam periode berarti sekitar tiga dekade perjalanan.

Bahkan, kata dia, organisasi keluarga Kampar di Batam telah ada sebelum menggunakan nama KBKK.

“Kalau satu KBKK itu lima periode, enam periode sudah 30 tahun. Bahkan sebelum 30 tahun itu kita sudah ada nama IKK di Kota Batam ini,” ungkapnya.

Kini, perjalanan panjang tersebut ingin diteruskan dengan memperluas kegiatan sosial dan memperkuat jejaring organisasi hingga ke berbagai wilayah Batam.

Kegiatan bersama LAM Kecamatan Batam Kota menjadi salah satu langkah awal. Sembako yang dibagikan memang sederhana, tetapi pesan yang dibawa jauh lebih besar: persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian.

Darwizar berharap semangat tersebut terus diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga marwah Melayu tetap tumbuh di tengah Batam yang semakin beragam.

“Supaya marwah Melayu di Kota Batam ini semakin hebat. Tidak akan hilang marwah Melayu di Kota Batam,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi dan berbagi tersebut turut mendapat dukungan dari air minum kemasan 3T sebagai sponsor kegiatan. Dukungan tersebut turut membantu terselenggaranya kegiatan yang mengedepankan semangat kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan keluarga besar KBKK di Kota Batam. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *