<
Batam  

Perizinan Terus Berubah, Teddy Nuh Ajak Anak Muda Batam Siap Tangkap Peluang Investasi

Teddy Nuh dari DPMPTSP Kota Batam saat berbincang dalam podcast Ruang Bicara. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Batam, meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar mampu menangkap peluang investasi yang terus berkembang di Kota Batam.

Batam-(NagoyaPos.Com)- Perubahan regulasi dan sistem perizinan yang berlangsung cepat menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kota Batam.

Berbagai perubahan tersebut tak jarang membuat masyarakat bingung, terutama terkait prosedur, sistem, hingga kewenangan dalam pengurusan perizinan.

Hal itu disampaikan Teddy Nuh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam saat berbincang dalam podcast Ruang Bicara.

Menurut Teddy, DPMPTSP memiliki tugas dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan penanaman modal, sekaligus mencatat perkembangan investasi serta melaporkan nilai investasi yang masuk ke Batam.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat keluhan dari masyarakat yang menganggap proses perizinan cukup rumit.

“Kadang-kadang ada keluhan dari masyarakat terkait perizinan. Entah itu karena kurangnya sosialisasi atau pemahaman yang didapat masyarakat, sehingga muncul anggapan bahwa mengurus perizinan itu sulit,” ujar Teddy.

Ia mengatakan, persepsi tersebut tidak terlepas dari dinamika regulasi yang terus berubah. Salah satu perubahan besar adalah penerapan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) sebagai sistem utama dalam pengurusan perizinan berusaha.

Perubahan tidak hanya terjadi pada sistem pelayanan, tetapi juga menyangkut pembagian dan pergeseran kewenangan. Kondisi itu membuat masyarakat harus terus menyesuaikan diri dengan aturan terbaru.

“Kami saja sebagai pelaksana kadang harus terus menyesuaikan diri dengan sistem yang berubah. Apalagi masyarakat yang menjadi pengguna layanan. Tentu mereka membutuhkan waktu untuk memahami proses dan mekanismenya,” katanya.

Salah satu regulasi yang turut memengaruhi penyelenggaraan perizinan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025. Perubahan aturan tersebut membawa konsekuensi terhadap kewenangan dan mekanisme pelayanan perizinan.

Teddy mengakui kondisi tersebut terkadang membuat masyarakat bingung menentukan instansi yang harus dituju untuk mengurus perizinan tertentu, terutama jika masih menggunakan pemahaman berdasarkan aturan sebelumnya.

Karena itu, DPMPTSP Kota Batam terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar dapat mengikuti perkembangan regulasi.

“Perubahan-perubahan ini berlangsung cukup cepat. Akibatnya, sosialisasi kepada masyarakat kadang belum bisa berjalan semaksimal yang diharapkan,” ujarnya.

Investasi Buka Peluang

Di sisi lain, Teddy menilai perubahan sistem dan regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang lebih baik.

Batam memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi itu menjadi modal penting dalam menarik investasi.

Menurut Teddy, nilai investasi di Batam telah mencapai sekitar Rp29 triliun. Masuknya investasi tidak hanya berdampak pada pembangunan kawasan industri dan aktivitas bisnis, tetapi juga membuka kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang semakin beragam.

Karena itu, ia mengingatkan generasi muda Batam agar tidak hanya menjadi penonton ketika peluang ekonomi terus berkembang.

Teddy mendorong anak muda untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menguasai keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja maupun dunia usaha.

“Sekarang kita butuh kemampuan yang beragam. Bagaimana seseorang bisa memotret dengan baik, mengunggah ke media sosial, memahami dunia digital, dan memiliki keterampilan lain yang bisa menjadi nilai tambah,” katanya.

Selain keterampilan digital, kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dinilai penting bagi generasi muda Batam yang berada di tengah lingkungan ekonomi yang semakin terbuka.

Teddy mengaku pernah bersama sejumlah rekan menggelar pelatihan bahasa Inggris secara gratis bagi masyarakat dan generasi muda. Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas seperti itu perlu terus diperbanyak melalui kolaborasi pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga legislatif.

“Organisasi kepemudaan juga punya peran penting. Dinas-dinas atau instansi yang berkaitan dengan pemuda harus bersama-sama mendorong peningkatan kemampuan generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak muda aktif berorganisasi. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk melatih komunikasi, kepemimpinan, kerja sama sekaligus membangun jaringan.

“Ayo anak-anak muda kita aktif. Jangan hanya diam. Berorganisasi, belajar, tingkatkan kemampuan, karena ke depan akan semakin banyak peluang,” katanya.

Teddy menegaskan, perkembangan investasi di Batam harus dilihat sebagai peluang bagi masyarakat lokal. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk terus upgrade skill dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.

“Silakan lengkapi diri, upgrade kemampuan dan keterampilan. Ke depan peluang akan semakin banyak, dan kita harus siap untuk mengambil peluang itu,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *