Batam, Nagoyapos.com – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mulai menunjukkan perbaikan pada Senin (26/10/2026) pagi. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat berada di angka 98, turun hingga masuk kategori sedang.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang diperbarui pada pukul 06.11 WIB, AQI Batam mencapai 98 berdasarkan standar Amerika Serikat (AQI US). Meski kondisinya membaik, masyarakat tetap perlu waspada karena konsentrasi partikel polutan masih berada di atas pedoman kualitas udara yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Batam mencapai 34 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara itu, PM10 tercatat sebesar 42 µg/m³.
AQI Batam Masuk Kategori Sedang
Angka AQI 98 menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori sedang. Kondisi ini relatif lebih baik dibandingkan kategori tidak sehat yang sebelumnya sempat tercatat dalam pemantauan kualitas udara pada pertengahan Oktober 2026.
Namun, kategori sedang bukan berarti udara sepenuhnya bebas dari risiko polusi. Kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara, seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan, tetap disarankan memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan polusi apabila mengalami keluhan.
Pada saat pengukuran, suhu udara di Batam tercatat sekitar 30 derajat Celsius. Kelembapan berada di angka 64 persen, sedangkan kecepatan angin mencapai 9,7 kilometer per jam.
Kondisi atmosfer tersebut menjadi bagian dari gambaran cuaca dan lingkungan saat pemantauan dilakukan. Meski demikian, data ini saja belum cukup untuk memastikan penyebab maupun perkembangan kabut asap di Batam.
PM2.5 Batam Masih 2,2 Kali di Atas Pedoman WHO
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsentrasi PM2.5 yang mencapai 34 µg/m³. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai bagian dalam paru-paru.
Berdasarkan data pemantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 di Batam sekitar 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan angka 15 µg/m³ yang digunakan sebagai acuan pembanding dalam laporan.
Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat 42 µg/m³. Kedua jenis partikulat tersebut menjadi indikator penting dalam memantau pencemaran udara, terutama ketika wilayah mengalami kabut asap atau peningkatan partikel di atmosfer.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi kualitas udara terbaru, khususnya sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Tips Mengurangi Paparan Polusi Udara
Untuk mengurangi paparan polusi, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana, antara lain:
1. Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan apabila udara terlihat berasap atau kualitasnya memburuk.
2. Menggunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95, ketika paparan partikel halus menjadi perhatian.
3. Menutup jendela saat udara luar berasap dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
4. Memantau pembaruan kualitas udara dari sumber pemantauan yang tepercaya.
5. Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan berat.
Perbaikan AQI Batam ke angka 98 pada Senin pagi menjadi perkembangan positif. Meski begitu, konsentrasi PM2.5 yang masih melampaui pedoman WHO menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap polusi udara tetap diperlukan.
Masyarakat di Batam diharapkan terus mengikuti perkembangan kualitas udara agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan terkini.
RM














