Batam, (Nagoyapos.com) – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kepulauan Riau mendorong penguatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan keterampilan kerja, pengembangan kewirausahaan, dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepulauan Riau, Sumarno Gareng, mengatakan organisasi kepemudaan perlu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga harus dibekali kemampuan yang dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi.
Hal itu disampaikan Sumarno dalam Podcast Ruang Bicara bersama Sri Widayanti pada Sabtu (24/10/2026). Dalam perbincangan tersebut, ia menyoroti pentingnya membangun kader yang tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis serta kemampuan berwirausaha.
“Ansor itu harus produktif. Selain menguasai ilmu keagamaan, kita juga harus menguasai ilmu bisnis dan ekonomi,” ujar Sumarno.
Pelatihan Kerja Menjawab Tantangan Pemuda
Sumarno menjelaskan, GP Ansor bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batam telah menjalankan sejumlah program pelatihan keterampilan, termasuk pengelasan dan pengecatan yang berkaitan dengan kebutuhan industri galangan kapal.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya membekali kader dengan kemampuan teknis agar memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah peserta pelatihan telah memperoleh kesempatan bekerja setelah mengikuti program tersebut. Karena itu, pengembangan pelatihan dinilai perlu dilanjutkan dengan memperhatikan kebutuhan industri dan kemampuan peserta.
Selain keterampilan teknis, Sumarno menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, public speaking, dan penguasaan teknologi digital. Kemampuan tersebut dinilai semakin dibutuhkan agar pemuda mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Ia berharap kader Ansor dapat terus meningkatkan kualitas diri sehingga keberadaannya tidak hanya dikenal melalui aktivitas organisasi, tetapi juga diperhitungkan karena kemampuan dan kontribusinya.
BUMA Didorong Menjadi Wadah Kewirausahaan
Dalam kesempatan yang sama, Sumarno menyoroti peran Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dalam mendorong kemandirian ekonomi organisasi dan pengembangan potensi pemuda.
Ia menjelaskan bahwa BUMA diharapkan menjadi wadah untuk membangun kegiatan usaha sekaligus memberikan ruang bagi pemuda mempelajari dunia bisnis dan kewirausahaan.
Menurutnya, langkah tersebut relevan bagi Kepulauan Riau, terutama karena banyak pemuda datang ke Batam dan daerah sekitarnya untuk mencari pekerjaan serta memperbaiki kondisi ekonomi.
Sumarno menyampaikan rencana mendorong pembentukan unit usaha BUMA di setiap kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Ia berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat produktivitas organisasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Ia juga menginginkan agar manfaat BUMA dapat dirasakan masyarakat di luar lingkungan organisasi, khususnya pemuda yang ingin belajar membangun usaha.
Pasar Murah Jadi Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada kader dan pengembangan usaha, Sumarno turut menyinggung kegiatan pasar murah di Tanjungpinang yang melibatkan Ansor, BUMA, dan mitra organisasi, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia menyebutkan rencana pelaksanaan kegiatan serupa secara berkala, termasuk rencana kegiatan di Kota Batam. Pelaksanaannya memerlukan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak terkait.
Sumarno menilai kegiatan sosial seperti pasar murah penting karena memperlihatkan bagaimana organisasi dapat menghadirkan program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Baginya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur melalui struktur kepengurusan atau banyaknya kegiatan, tetapi juga melalui kemampuan menjalankan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemuda Kepri Diajak Menjaga Persatuan
Selain penguatan ekonomi, Sumarno mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.
Ia menilai perbedaan suku, budaya, dan latar belakang masyarakat harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. Karena itu, organisasi kepemudaan perlu menjalin sinergi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat.
“Perbedaan jangan dijadikan tempat untuk permusuhan, tetapi kita jadikan sebagai kekuatan untuk bersama-sama,” katanya.
Sumarno juga mengajak pemuda untuk bersikap kritis terhadap berbagai persoalan, tetapi tetap mengedepankan klarifikasi, etika, dan solusi yang membangun.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, ia menegaskan bahwa semangat persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk meningkatkan keterampilan, membangun kemandirian ekonomi, menjaga toleransi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui penguatan kaderisasi, pelatihan kerja, dan pengembangan BUMA, GP Ansor Kepri berharap pemuda dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi, sekaligus menjadi generasi yang produktif dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. (Hr)














