<
Batam  

Analisis Beban Kerja Polresta Barelang Catat Kebutuhan 364 Personel, Jumlah Riil 1.106 Orang

Polresta Barelang menggelar bimbingan teknis dan evaluasi pengelolaan SI-ABK guna memetakan beban kerja serta meningkatkan ketepatan perencanaan kebutuhan personel di setiap satuan kerja.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Polresta Barelang melakukan evaluasi kebutuhan dan penataan personel melalui pengelolaan Sistem Informasi Analisis Beban Kerja (SI-ABK). Berdasarkan hasil analisis yang dibahas dalam kegiatan tersebut, kebutuhan personel tercatat sebanyak 364 orang, sementara jumlah personel riil saat ini mencapai 1.106 orang.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian antara beban kerja, kebutuhan sumber daya manusia, dan penempatan personel di setiap unit organisasi.

Pembahasan itu dilakukan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan evaluasi pengelolaan SI-ABK di Aglow Hotel Batam, Jumat (30/10). Kegiatan diikuti jajaran Bagian, Satuan Fungsi, Seksi, dan Polsek di lingkungan Polresta Barelang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabagren Polresta Barelang Kompol Indra Juniandi Malau dan Kasikeu Polresta Barelang Ipda Didy Wahyudi, serta para Paurmin, Kaurmintu, Kasium Polsek, dan operator SI-ABK.

Melalui bimtek tersebut, Polresta Barelang berupaya meningkatkan ketepatan pengelolaan data analisis beban kerja sebagai dasar penyusunan perencanaan kebutuhan personel.

Peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme penginputan data dukung kinerja, mulai dari uraian tugas, volume pekerjaan, waktu penyelesaian, hingga capaian kinerja masing-masing unit.

Kelengkapan data menjadi perhatian karena informasi yang dimasukkan ke dalam aplikasi harus mencerminkan pelaksanaan tugas dan fungsi secara nyata. Dengan demikian, hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dan distribusi personel.

Dalam evaluasi tersebut, sejumlah hal yang masih perlu dibenahi turut diidentifikasi, terutama ketepatan pengisian data dan kesesuaian antara beban pekerjaan dengan capaian kinerja setiap unit organisasi.

Polresta Barelang juga mendorong seluruh satuan kerja agar lebih konsisten memperbarui data sesuai kondisi riil di lapangan. Berbagai kendala dalam penggunaan aplikasi SI-ABK akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan pengelolaan data ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Bagren Polresta Barelang bersama unit organisasi terkait akan melakukan monitoring, asistensi, validasi, dan evaluasi secara berjenjang.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan perencanaan kebutuhan personel yang lebih akurat sehingga penataan dan pendistribusian sumber daya manusia dapat dilakukan secara efektif sesuai kebutuhan organisasi.

Melalui optimalisasi SI-ABK, Polresta Barelang berharap kualitas perencanaan personel semakin baik dan mampu mendukung efektivitas pelaksanaan tugas serta peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *