Batam-(NagoyaPos.Com) – Kontingen catur Kota Tanjungpinang mencatat sejarah baru pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026. Untuk pertama kalinya, pecatur Tanjungpinang berhasil merebut gelar juara umum setelah mengoleksi enam medali emas.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena diraih di tengah berbagai keterbatasan. Bahkan, para atlet disebut tetap berjuang tanpa dukungan dana Training Center (TC) dan uang saku yang belum cair.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Tanjungpinang yang bertindak sebagai tuan rumah Porprov VI Kepri 2026 pada 1-8 November 2026.
Dengan raihan enam emas dan keunggulan perolehan medali perak atas pesaing terdekatnya, Kota Batam, tim catur Tanjungpinang akhirnya berhasil mengamankan posisi tertinggi dalam klasemen akhir cabang olahraga tersebut.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Tanjungpinang, Aryuwanda Maulana atau akrab disapa Wanda, mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras dan semangat pantang menyerah seluruh atlet.
Menurutnya, keterbatasan yang dihadapi selama persiapan hingga pertandingan tidak membuat para pecatur kehilangan motivasi untuk memberikan hasil terbaik bagi daerah.
“Perjuangan ini tidak mudah. Di tengah keterbatasan, tanpa dana TC, tanpa uang saku yang cair, kalian tetap berdiri tegak dan memberikan yang terbaik. Kalian adalah bukti nyata bahwa juara lahir dari semangat yang tak pernah menyerah,” ungkap Wanda.
Ia mengaku bangga atas perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama Tanjungpinang mencatatkan sejarah baru di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Baginya, gelar juara umum bukan sekadar pencapaian medali, tetapi juga menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Tanjungpinang.
“Terima kasih telah membanggakan nama Tanjungpinang. Nikmatilah momen ini, kalian pantas mendapatkannya,” ujarnya.
Meski demikian, Wanda mengingatkan para atlet agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Sebab, tantangan berikutnya sudah menanti, yakni mempersiapkan kekuatan tim menghadapi Praporwil 2027.
“Kemenangan ini bukan garis finis, melainkan titik awal yang baru. Semangat yang membawa kita sampai di sini, itulah yang akan menuntun kita melangkah lebih jauh. Istirahatlah, lalu bangkit kembali. Kita punya mimpi-mimpi lain yang siap diperjuangkan bersama,” katanya.
Ia juga menyerukan agar seluruh atlet tetap menjaga semangat dan kebersamaan untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Dari hati yang kuat, menuju prestasi yang lebih tinggi. Siap untuk Praporwil 2027! Tanjungpinang Selalu Di Hati!” tambahnya.
Regenerasi Jadi Pekerjaan Rumah
Di balik keberhasilan merebut gelar juara umum, Wanda mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian Percasi Tanjungpinang, terutama terkait regenerasi atlet.
Menurutnya, kekuatan tim saat ini masih cukup bergantung pada pecatur senior. Sementara kemampuan atlet junior dinilai belum sepenuhnya mampu bersaing di level senior.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri agar prestasi yang telah diraih tidak hanya bergantung pada generasi atlet saat ini.
Karena itu, pembinaan pecatur usia dini, peningkatan jam terbang melalui kompetisi, serta pemberian kesempatan kepada atlet muda untuk tampil di level lebih tinggi perlu terus diperkuat.
Keberhasilan merebut enam medali emas dan gelar juara umum untuk pertama kalinya telah menjadi catatan emas bagi olahraga catur Tanjungpinang.
Namun, mempertahankan prestasi tentu membutuhkan persiapan lebih matang dan dukungan berkelanjutan. Kini, setelah berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik di Porprov, tantangan berikutnya adalah melahirkan generasi pecatur muda yang mampu menjaga kejayaan Tanjungpinang di tingkat regional hingga nasional. (*)
Reporter : RY














