Wali Kota Batam Amsakar Achmad Raih MUI Award 2025, Ungkap Rahasia Kuatkan Ekonomi Umat Lewat Koperasi!

Wali Kota Batam Amsakar Achmad Raih MUI Award 2025, Ungkap Rahasia Kuatkan Ekonomi Umat Lewat Koperasi!
Wali Kota Batam Amsakar meraih MUI Award 2025 dalam Milad MUI (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berhasil meraih penghargaan bergengsi MUI Award 2025 atas dedikasinya memperkuat instrumen keagamaan dan harmoni umat di Kota Batam. Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (1/8/2025).

Amsakar mendapat pujian karena konsistensinya mendukung peran MUI dalam membina umat serta menguatkan ekonomi berbasis keagamaan.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Amsakar mengungkap sebuah gagasan brilian: memanfaatkan dana insentif tokoh agama sebagai modal utama koperasi umat. Jika dana tersebut dikonversi menjadi simpanan pokok, modal besar bisa terkumpul untuk pemberdayaan ekonomi.

“Tantangannya adalah tata kelola dan memisahkan dana pribadi dengan usaha koperasi,” ujarnya.

Selain itu, Amsakar mengapresiasi pelatihan kewirausahaan yang digelar MUI, yang menunjukkan bahwa MUI tidak hanya berdakwah tapi juga membangun kemandirian ekonomi umat.

Ia bahkan merekomendasikan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra sebagai narasumber, karena dianggap praktis dan berjiwa entrepreneur.

Pengukuhan Pengurus MUI

Acara Milad ke-50 MUI juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus MUI tingkat kecamatan periode 2024–2029 dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta pengurus MUI Batam. Meski berlangsung di kantor pemerintah, Amsakar menolak menjadikan acara ini sekadar seremoni, melainkan mendorong aksi nyata di lapangan.

Ketua MUI Batam, KH Luqman Rifai, turut menegaskan komitmen MUI yang kini aktif tidak hanya dalam bidang fatwa, tapi juga sosial, pendidikan, keluarga, dan lingkungan. MUI bahkan telah meluncurkan Koperasi Syariah Hijrah Nusantara Madani dan tengah menyiapkan fatwa pengelolaan sampah dan kebersihan kota.

“Fatwa adalah bentuk kepedulian, bukan sekadar aturan,” tegas KH Luqman.

Sinergi kuat antara Pemkot Batam dan MUI ditegaskan Amsakar bukan hubungan simbolik, melainkan kolaborasi nyata untuk kemaslahatan umat. Ia berharap MUI terus menghasilkan fatwa yang menjadi rujukan lintas sektor dengan pendidikan karakter dan pembinaan keluarga sebagai fondasi utama.

Uniknya, Milad ke-50 MUI yang bertepatan dengan ulang tahun ke-57 Amsakar disambut dengan guyonan bahwa acara seolah “disengaja” bertepatan dengan hari lahirnya, yang mengundang tawa tamu undangan.

“Semoga sinergi ini makin kuat untuk kemaslahatan umat,” pungkas Amsakar. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *