Jakarta, Nagoyapos – Pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam kini memasuki babak baru. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Bandara Internasional Batam (BIB) resmi menandatangani Perjanjian Konsesi tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan, Rabu (3/9/2025), di Kantor Kemenhub Jakarta.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dan Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, dengan disaksikan jajaran pejabat terkait, termasuk BP Batam dan PT Angkasa Pura Indonesia.
Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan tonggak penting untuk memastikan layanan kebandarudaraan yang efisien, berkualitas, berdaya saing, dan sesuai standar mutu internasional.
“Perjanjian konsesi ini menjadi pedoman hukum dan administratif bagi para pihak, baik dari sisi hak, kewajiban, hingga mekanisme pelaporan dan pembayaran yang transparan,” ujar Lukman, seperti dikutip cnbcindonesia, Sabtu (6/9/2025).
Perjanjian ini selaras dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang diperbarui melalui UU Nomor 6 Tahun 2023, serta aturan pelaksananya termasuk Permenhub Nomor 81 Tahun 2021.
Ruang Lingkup dan Durasi Konsesi
Skema konsesi berlaku 25 tahun (1 Juli 2022 – 1 Juli 2047) dan mencakup:
1. Layanan pesawat udara (pendaratan, parkir, penyimpanan)
2. Layanan penumpang dan kargo
3. Penyediaan infrastruktur serta utilitas pendukung
4. Pengelolaan lahan dan kawasan industri pendukung di area bandara
PT BIB berkewajiban memberikan kontribusi 2,5% dari pendapatan kotor sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk menjaga transparansi, laporan keuangan wajib diaudit Kantor Akuntan Publik serta dilaporkan tepat waktu melalui sistem billing PNBP online.
Konsorsium PT BIB
PT Bandara Internasional Batam dibentuk oleh konsorsium tiga perusahaan:
1. PT Angkasa Pura I (Persero)
2. PT Wijaya Karya Tbk (Persero)
3. Incheon International Airport Corporation (IIAC), Korea Selatan
Incheon dikenal sebagai operator bandara kelas dunia yang menghubungkan 90 maskapai dari 54 negara ke 188 destinasi internasional.
Dengan kerja sama ini, pengelolaan Bandara Hang Nadim diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik, efisiensi operasional, serta mendorong Batam sebagai hub internasional di kawasan Asia. (ck)


















