Batam-(NagoyaPos.Com) – Gangguan pasokan air bersih akibat kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall mulai teratasi. Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) telah menyelesaikan proses perbaikan pipa pada Jumat (12/6) dini hari.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh proses pengelasan akhir pipa berhasil diselesaikan sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah pekerjaan selesai, petugas langsung melakukan normalisasi jaringan dan mendistribusikan air kembali ke pelanggan secara bertahap.
“Pasokan air sudah mulai dialirkan kembali. Namun untuk wilayah yang berada di dataran tinggi maupun ujung jaringan pipa, proses pemulihan tekanan air membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan, proses perbaikan sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan karena tim menemukan sejumlah kendala teknis di lapangan.
Kendala pertama terjadi saat proses penyambungan pipa. Tim harus melakukan penyesuaian dan perombakan pada komponen sambungan guna memastikan konstruksi pipa lebih kuat dan mencegah potensi kebocoran berulang di kemudian hari.
Selain itu, petugas juga menghadapi kondisi pipa yang masih dialiri sisa air aktif sehingga proses pengelasan menjadi lebih sulit dilakukan.
“Kondisi pipa yang masih basah membuat pengelasan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena berisiko terhadap keselamatan pekerja dan kualitas sambungan pipa,” katanya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, tim teknis akhirnya berhasil menuntaskan pekerjaan sesuai standar teknis yang berlaku sehingga jaringan distribusi dapat kembali dioperasikan.
BP Batam dan PT Air Batam Hilir juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan air bersih selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemulihan. Tim di lapangan telah bekerja maksimal agar layanan dapat kembali normal secepat mungkin,” tutup Ariastuty. (*)
Reporter : RY














