Menlu Singapura Terkesan dengan Pesatnya Pembangunan Batam, Janji Perkuat Investasi Rp 6,51 Triliun

Menlu Singapura Terkesan dengan Pesatnya Pembangunan Batam, Janji Perkuat Investasi Rp 6,51 Triliun
Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim bersama Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam Amsakar (dok bp batam)

Batam, Nagoyapos – Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, mengaku terkesan dengan pesatnya pembangunan di Batam. Dalam kunjungannya ke Gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Jumat (12/9/2025), ia menegaskan komitmen Singapura untuk menjaga hubungan bilateral sekaligus memperkuat realisasi investasi di kota industri tersebut.

“Begitu banyak perkembangan Batam saat ini, ini bagus untuk Batam dan Indonesia. Batam selalu menjadi teman baik bagi Singapura, dan kami harap hubungan erat ini terus terjalin,” ujar Zhulkarnain.

Example 300x600

Ia juga memberikan apresiasi atas capaian ekonomi Batam yang stabil, dengan pertumbuhan mencapai 7,14% pada triwulan II/2025, jauh di atas angka nasional. Menurutnya, hal ini menjadi alasan kuat bagi Singapura untuk terus bermitra secara strategis dengan Batam.

Realisasi investasi Singapura di Batam tahun 2024 tercatat sebesar Rp 6,51 triliun, menempatkan Negeri Jiran itu sebagai salah satu dari lima besar negara penyumbang Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan hubungan erat Batam dan Singapura akan semakin kuat dengan adanya dukungan regulasi terbaru. Salah satunya melalui implementasi PP Nomor 25/2025 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas serta PP Nomor 28/2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Seluruh perizinan yang sebelumnya ada di kementerian dan lembaga di Jakarta kini dilimpahkan ke BP Batam. Pemerintah juga tengah merevisi PP 46/2007 yang akan memperluas wilayah kerja BP Batam hingga ke pesisir, ini sangat strategis untuk pengembangan Batam ke depan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Batam tetap kondusif di tengah dinamika nasional, sehingga menjadi modal besar dalam membangun iklim usaha yang kompetitif.

“Kombinasi ini harus terus terjalin karena Indonesia dan Singapura membangun hubungan harmonis di kawasan Asia,” pungkasnya.

Dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak, Batam semakin memantapkan posisinya sebagai magnet investasi regional dan motor pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *