<

Pasar Modal Indonesia Catat Rekor Kapitalisasi Rp14.315 Triliun di HUT ke-48, Tegaskan Komitmen Ekonomi Mandiri dan Maju

Jakarta-(NagoyaPos.Com)-Memasuki usia ke-48 tahun sejak diaktifkan kembali pada 1977, Pasar Modal Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian monumental yang mempertegas perannya sebagai pilar utama perekonomian nasional. Dengan kapitalisasi pasar saham yang menyentuh angka tertinggi Rp14.315 triliun dan indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai rekor 7.931,251 pada 14 Agustus 2025, kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional terus menguat di tengah dinamika ekonomi global.

Perayaan HUT ke-48 yang mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama” dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tiga Self-Regulatory Organization (SRO) – Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Acara diawali dengan seremoni pembukaan perdagangan di Main Hall BEI dan peluncuran berbagai inisiatif strategis.

Salah satu inovasi penting adalah pemberian lisensi perdana Liquidity Provider Saham kepada PT Phintraco Sekuritas, serta peluncuran keikutsertaan efek reksa dana dalam layanan Pinjam Meminjam Efek (PME). Kedua langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.

Tahun ini juga menjadi momentum edukasi dan inklusi dengan program seperti Sekolah Rakyat, Virtual Trading Competition 2025, serta Program Edukasi 30.000 Mahasiswa. Perayaan semakin meriah dengan ajang Capital Market Run, serta acara tahunan seperti Capital Market Summit & Expo (CMSE) dan Public Expose Live.

Selama 2025, BEI mencatat 22 saham baru, 116 obligasi, dan 288 structured warrant. Jumlah investor pasar modal mencapai 17,59 juta, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. KPEI mencatat efisiensi kliring di atas 61%, sementara KSEI mencatat nilai aset yang tersimpan mencapai Rp8.927 triliun.

Di tengah pencapaian tersebut, SRO juga mengalokasikan dana CSR sebesar Rp2,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur kesehatan, penanganan stunting, dan bantuan pendidikan di berbagai wilayah.

Berbagai langkah ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi sarana transaksi keuangan, tetapi juga agen perubahan menuju ekonomi nasional yang inklusif, kuat, dan berdaulat. (tim/red)

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *